Published On: Thu, Aug 13th, 2015

BARU TUJUH PULUH TAHUN

banner

Baru 70 tahun atau sudah 70 tahun? Saya cenderung memilih baru. Republik Indonesia masih harus berjalan, berlari, terbang, bahkan menyelam lebih jauh. Lebih lama dari selama-lamanya, kalau bisa. Mengapa? Kita ingin Indonesia yang abadi.eka budianta

Tentu tidak mungkin – tidak ada negara yang kekal. Sudah berulang kali nenek moyang kita membangun negara di kepulauan ini. Banyak di antaranya yang berlangsung singkat. Bahkan Kerajaan Kahuripan didirikan 1009 dan dipecah 1442. Artinya hanya 33 tahun dengan seorang raja yang sangat terkenal: Airlangga.

Memang ada pemerintahan yang agak awet. Misalnya Kerajaan Kutai Martadipura, tahu 350 sampai 1605. Lumayan tujuh abad. Sepuluh kali umur Republik Indonesia saat ini. Tapi banyak pemerintahan yang singkat seperti Demak (1500 – 1550) dan Pajang – hanya 18 tahun antara 1568 hingga 1586.

Sekarang kita tidak tahu, Republik ini akan bertahan berapa tahun? Baru kali ini ada pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Biasanya berlandaskan feodalisme. Ada monarkhi, orang kuat (raja, sultan atau orang kaya dan sakti) mendirikan kraton atau kerajaan. Kelanjutannya dapat kita rasakan dan saksikan sampai sekarang.

Dalam bentuk kecil-kecilan, simbolis kultural, keagamaan dan kesukuan kita masih punya pranata “kerajaan” dan “kesultanan” itu. Istana masih menyebar di mana-mana. Penguasa baik dalam bentuk Orang Kuat secara ekonomi, politik, bahkan relijius masih dijunjung tinggi sebagai panutan. Rakyat mendambakan pemimpin spritual maupun politik, sosial, ekonomi dan kultural. Syukurlah, semua diwadahi dalam sistem demokrasi.

Merdeka! Itulah dasarnya kita boleh berpikir bebas, bekerja bebas, membangun negara berdasarkan imajinasi kita dan kesanggupan kita mewujudkannya. Bung Hatta selalu menanamkan, bahwa negara adalah hasil perbuatan kita dengan tanah air dan bangsa kita. Jadi Indonesia kita tergantung pada kemampuan tangan kita dan pemikiran kita: kerja keras kita.

Indonesia sepenuhnya tergantung pada kemampuan kita berimajinasi, bercita-cita dan mewujudkan cita-cita bersama itu. Untuk berimajinasi, kemerdekaan adalah modal utama. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana hidup tanpa kemerdekaan. Kalau tidak merdeka, kita sulit menjadi diri sendiri. Bahkan untuk berpikir pun kita tidak berani.

Sekarang sudah 70 tahun atau baru 70 tahun kita merdeka? Tentu baru! Kita ingin merdeka seterusnya. Bukan hanya kita tapi juga cucu kita, cicit kita dan anak-cucu mereka. Negara yang kita dirikan kali ini berbekal kemerdekaan. Itulah yang harus kita pelihara, kita syukuri, kita rayakan.

Setiap tanggal 17 Agustus kita selalu bertanya pada diri sendiri apa yang sudah kita lakukan dengan kemerdekaan? Apakah kita mengecilkan artinya? Atau tidak memberikan makna apa-apa? kita mengisinya atau justru mengosongkan kemerdekaan? Menganggapnya sudah terlalu lama atau justru merasakannya masih baru?

Saya menganggapnya baru, bukan hanya karena berharap lebih lama, tapi percaya hanya dengan berjiwa merdeka, setiap saat kita bisa mendapatkan hal yang baru. Yang lebih penting lagi, hal baru itu bukan berarti meniadakan atau menghapus yang lama, tapi memperkuat, memperkaya dan menghormati yang lama.

Pertanyaannya tentu, bagaimana bisa mendapatkan sesuatu yang baru tanpa merusak bahkan meniadakan yang lama? Jawabnya sederhana, untuk mendapatkan sesuatu, kita harus mulai dengan memberi. Dengan memberikan hal baru akan mendapat hal baru. Dengan memberikan kebebasan, kita mendapat kebebasan.

Pertanyaannya tentu: apakah dulu para raja, sultan dan penguasa di berbagai daerah itu tidak memahami prinsip kemerdekaan dan kesederajatan semua orang? Mungkin ada yang sadar. Beberapa monarkhi seperti Inggris dan Jepang bertahan lama. Apa rahasianya? Menghormati rakyat. Menjunjung tinggi rakyat beserta mimpi dan potensi mereka.

Mengapa ada negara yang bertahan terus? Jawabnya singkat: negara bertahan terus karena didukung rakyat. Mengapa rakyat mendukung? Karena merasa dijamin hak hidup, beribadah dan hak untuk bersuara (berpikir, membaca, menonton, mengekspresikan diri sepuas dan sebaik mungkin untuk kepentingan masa depan negara dijamin dengan sebaik-baiknya.

Tapi ada yang sangat singkat. Kalau kita perhatikan, semakin kuat penguasa, semakin lemah rakyat yang dikuasai itu. Sebaliknya, kerajaan yang bisa menjamin kemerdekaan berpikir, berimajinasi bagi rakyatnya akan bertahan lama. Artinya, kita mendamba rakyat dan pemimpin yang benar-benar mengerti dan mengamalkan kemerdekaan.

Kita berpikir, kemerdekaan bukan hanya modal, tapi juga syarat untuk hidup, membangun negara, membangun pribadi, membangun masa depan dengan jiwa merdeka. Bekerja dan bertanggungjawab bukan karena terpaksa, bukan karena disuruh, bukan karena takut, tapi karena menghormati kemerdekaan pribadi, dan kemerdekaan bersama. Merdeka!

banner

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

nisp
4 M Kepada Desa Sukaresmi Aditya Maulana Dari Waitress Hingga Hotel Manager Anggota Sarbumusi Berhak Terima Dana Pensiun 100 Juta Antara Gaya Hidup & Kesehatan Berburu Berkah Di Bulan Ramadhan bioskop cinemaxx BUDIYANTO Cikarang Ditinggal Mudik CSR Kabupaten Bekasi Dadali Hibur Anak Yatim Cikarang Daeng Muhammad Bangun Masjid Talagamanggung di Pebayuran Demokrasi Mini Ala Warga "Berlian" Faber Castell Memperluas Pabrik di MM2100 GABUNGAN OPERATOR TV KABEL INDONESIA DEKLARASI GERAKAN NASIONAL TAYANG FTA GRATIS Gema Ramadhan dan Idul Fitri LPPM Jababeka Glorious Ramadan at Mal Lippo Cikarang GROUND BREAKING MAYFAIR Estate & Parklands di Jababeka Residence Hipertensi : Masalah Serius Pada Generasi Muda Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang Santuni 100 Anak Yatim Java Palace Hotel KAMPUNG HALAMAN Kapolresta Bekasi Tinjau Kesiapan Personil Amankan Mudik 2015 Kemilau Ramadhan 2015 Jababeka Residence Kodim Kawal Kegiatan Gemar Membaca Komunitas BerbagiNasi Cikarang dan Coca-Cola Amatil Indonesia Gelar Berbagi Ceria di Bulan Ramadhan Komunitas Peduli Cikarang Peduli Yatim Piatu Dan Lingkungan LATIN NIGHT BARBECUE @ GRANDE VALORE HOTEL – JABABEKA LEBARAN MENGINAP GRATIS DI HOTEL SANTIKA CIKARANG Lippo Cikarang Serahkan Bantuan Senilai 4 Papinka Goyang Basecamp NCRadio Pemasangan Kawat Gigi Penampilan Memukau Para Siswa Berkebutuhan Khusus President Special Needs Centre (PSNC) Pencegahan Penyakit Akibat Kerja PROMO “BERKAH RAMADHAN” Hotel Santika Cikarang PSNC Siapkan Pengembangan Anak Berkebutuhan Khusus Usia Dewasa PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) PT Cameron Services International Lulus Sertifikasi OHSAS 18001:2007 & SMK3 PT Trans Jakarta Luncurkan Bus Tingkat Pariwisata Tematik Rira GreenPark Kembangkan Cluster Perkantoran Dan Pergudangan Khusus UKM Samsung Siap Produksi Ponsel dan Tablel Sebanyak 1 Juta/Bulan Sekjen Aspelindo : Pemda Harus Siapkan SDM Lokal Hadapi MEA Soft Opening Batiqa Hotel Suzuki Tambah Investasi Tasyakuran Kelulusan Siswa SDIT An Nur Angkatan Kesembilan Wisuda Ke-10 President University