Published On: Tue, Nov 3rd, 2015

BELAJAR PADA JEPANG

banner

Pada penutupan tahun 2015 ini, Jepang akan tampil dalam pameran usaha kecil dan menengah di Jakarta. Artinya apa? Bukan hanya perusahaan raksasa yang bisa berkiprah di luar negeri, tapi perusahaan kecil pun bisa.eka budianta

Jangan kaget, ada ratusan ribu bahkan berjuta usaha kecil menengah di negara Sakura. Di Tokyo saja lebih dari 400 ribu usaha kecil dan mikro yang masing-masing didukung oleh 5 orang karyawan atau kurang. Di Jepang, usaha manufaktur yang punya 300 karyawan atau kurang masuk kategori kecil, sedangkan yang 20 atau kurang masuk kategori mikro atau gurem.

Meskipun begitu perlu dicatat – omzet usaha kecil itu bisa berkisar dari 50 Juta sampai 300 Juta Yen alias 32 Miliar Rupiah sebulan. Jadi, maksimal Satu Miliar Rupiah sehari. Setelah raksasa-raksasa runtuh, usaha kecil dan gurem itu ternyata menjadi mesin pertumbuhan yang sangat diandalkan.

Mengapa orang Jepang suka mengelola usaha kecil? Karena usaha kecil bisa jadi besar. Semua yang hebat termasuk Honda, Sony, Toyota juga bermula dari pabrik kecil yang sembunyi-sembunyi. Sekarang jumlah pabrik dan wiraswasta gurem itu mencapai lebih dari 4,2 juta perusahaan.

Makanya, kita maklum kalau organisasi pabrik-pabrik kecil itu kuat dan sudah membuka kantor perwakilan sendiri di Bangkok. Apa saja usaha mereka? Silakan datang dan menyaksikan pamerannya di Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran.

Yang terpenting, kita perlu belajar kreatif dan memanfaatkan semua kesempatan. Kalau tidak ada kesempatan, kita harus mencoba menciptakannya. Dunia hanya memerlukan tiga macam manusia. Pertama, adalah manusia yang sukses. Apa itu definisinya? Manusia yang sukses adalah orang yang selalu mencari peluang untuk menolong orang lain. Itulah inti kegiatan bisnis yang sesungguhnya: menolong sesama. Menyibukkan diri agar orang lain lebih berbahagia.

Kedua, kita hanya dituntut untuk menjadi kreatif. Apa itu? Orang kreatif tidak pernah menjadi lebih miskin atau kehilangan kreativitas kalau selalu berbagi. Jadi kreatif adalah perduli dan berbagi. Semakin perduli dan semakin giat berbagi, semakin tinggi akal-budinya.

Kreatif berarti mempekerjakan akal-budi, tangan dan kaki. Orang kreatif percaya dengan memberikan hal-hal baru baik berupa pemikiran maupun hasil ketrampilan, mereka membuat dunia menjadi lebih kaya.

Ketiga, dunia perlu orang yang pandai bersyukur dan selalu menghargai kehidupan. Manusia yang paling bahagia adalah yang pandai berterima kasih, selalu bersyukur, hormat kepada kehidupan. Modal utama untuk sukses dan kreatif adalah hidup. Selama kita masih punya kehidupan, kebahagiaan selalu tersedia di balik atau di sisinya.

Hidup ini memberi kesempatan untuk melakukan tiga hal. Pertama, melihat masa lalu. Orang Jepang bukan hanya melihat masa lalu, tetapi selalu membawa masa lalu dalam dirinya. Bangsa Jepang terkenal paling sadar sejarah. Bahkan jumlah dan urutan kaisarnya dipahami satu persatu tanpa putus.

Kedua, hidup juga memberi kesempatan memandang masa depan. Jepang dikenal sebagai The Ancient Tomorrow Land – negeri masa lalu di hari esok. Kehidupannya tradisional tetapi sekaligus juga sangat modern. Seolah-olah jaman kuno dan masa depan digelar bersamaan.

Ketiga, hidup memberi kita kesempatan melihat bintang-bintang. Selama masih hidup, kita bisa melihat bintang dan matahari. Semua bisa kita perhatikan dengan baik-baik. Bangsa Jepang bahkan merasa lahir sebagai anak-anak matahari.

Artinya apa? Mereka tidak takut pada hal-hal yang dalam ukuran fisik disebut jauh. Karya-karya bangsa Jepang tersebar ke seluruh pelosok bumi. Mesin perahu motornya, Suzuki, meraung-raung di pedalaman sungai Amazon. Traktornya ikut mengolah padang gurun di Afrika. Juga peralatan lainnya dipakai oleh penduduk kutub selatan maupun utara. Termasuk alat musiknya, baik piano maupun seruling Yamaha juga.

Kalau kita menyediakan peralatan untuk orang lain yang jauh secara fisik tapi dekat di hati, tandanya kita perduli pada seluruh umat manusia. Tetapi selama kita hanya sibuk mementingkan dan memikirkan diri sendiri, kemkmuran sejati masih jauh.

Itulah pelajaran utama yang saya rasakan setiap kali bertemu orang Jepang atau berkunjung ke Jepang. Sobat tercinta saya, Hisashi, membeli kayu dari Finlandia untuk membangun rumahnya di pinggiran kota Kyoto. Jepang tidak pernah takut impor apa pun, bahkan ekor musang didatangkan dari Peru untuk bulu kuas yang dipakai melukis mangkok mie rebusnya.

Tetapi Jepang juga tidak ragu-ragu menjual mata pancing bahkan peralatan paling sepele pun sampai ke ujung dunia. Dan produk-produk sederhana itu dihasilkan oleh pabrik-pabrik kecil. Tidak perlu perusahaan besar untuk memproduksi kain lap mobil. Bangsa yang kreatif tidak usah menjadi raksasa untuk menyumbangkan karya-ciptanya bagi seluruh umat manusia. ***

banner

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

nisp
4 M Kepada Desa Sukaresmi Aditya Maulana Dari Waitress Hingga Hotel Manager Anggota Sarbumusi Berhak Terima Dana Pensiun 100 Juta Antara Gaya Hidup & Kesehatan Berburu Berkah Di Bulan Ramadhan bioskop cinemaxx BUDIYANTO Cikarang Ditinggal Mudik CSR Kabupaten Bekasi Dadali Hibur Anak Yatim Cikarang Daeng Muhammad Bangun Masjid Talagamanggung di Pebayuran Demokrasi Mini Ala Warga "Berlian" Faber Castell Memperluas Pabrik di MM2100 GABUNGAN OPERATOR TV KABEL INDONESIA DEKLARASI GERAKAN NASIONAL TAYANG FTA GRATIS Gema Ramadhan dan Idul Fitri LPPM Jababeka Glorious Ramadan at Mal Lippo Cikarang GROUND BREAKING MAYFAIR Estate & Parklands di Jababeka Residence Hipertensi : Masalah Serius Pada Generasi Muda Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang Santuni 100 Anak Yatim Java Palace Hotel KAMPUNG HALAMAN Kapolresta Bekasi Tinjau Kesiapan Personil Amankan Mudik 2015 Kemilau Ramadhan 2015 Jababeka Residence Kodim Kawal Kegiatan Gemar Membaca Komunitas BerbagiNasi Cikarang dan Coca-Cola Amatil Indonesia Gelar Berbagi Ceria di Bulan Ramadhan Komunitas Peduli Cikarang Peduli Yatim Piatu Dan Lingkungan LATIN NIGHT BARBECUE @ GRANDE VALORE HOTEL – JABABEKA LEBARAN MENGINAP GRATIS DI HOTEL SANTIKA CIKARANG Lippo Cikarang Serahkan Bantuan Senilai 4 Papinka Goyang Basecamp NCRadio Pemasangan Kawat Gigi Penampilan Memukau Para Siswa Berkebutuhan Khusus President Special Needs Centre (PSNC) Pencegahan Penyakit Akibat Kerja PROMO “BERKAH RAMADHAN” Hotel Santika Cikarang PSNC Siapkan Pengembangan Anak Berkebutuhan Khusus Usia Dewasa PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) PT Cameron Services International Lulus Sertifikasi OHSAS 18001:2007 & SMK3 PT Trans Jakarta Luncurkan Bus Tingkat Pariwisata Tematik Rira GreenPark Kembangkan Cluster Perkantoran Dan Pergudangan Khusus UKM Samsung Siap Produksi Ponsel dan Tablel Sebanyak 1 Juta/Bulan Sekjen Aspelindo : Pemda Harus Siapkan SDM Lokal Hadapi MEA Soft Opening Batiqa Hotel Suzuki Tambah Investasi Tasyakuran Kelulusan Siswa SDIT An Nur Angkatan Kesembilan Wisuda Ke-10 President University