Published On: Fri, Apr 1st, 2016

BOS YANG MELAYANI

banner

Kita sering mendapat anjuran untuk menjadi tuan di negeri sendiri.  Pada saat yang sama kita juga disuruh membangun budaya melayani.  Jadilah pemimpin yang melayani, begitu selalu didengungkan. Bukan pemimpin lapar kekuasaan dan penghormatan.  Bukan pula masyarakat yang haus pelayanan. Jadi bagaimana praktiknya sehari-hari?

Boleh ditafsirkan sederhana. Budaya melayani bermula dari jiwa yang memperhatikan kepentingan orang lain.  Seorang ibu melayani anak-anak, suami dan siapa saja.  Seorang ayah juga melayani anak-anak, orangtua, isteri, saudara-saudarinya maupun bukan.  Seorang anak melayani orang tua, kakek-nenek, teman-teman, guru dan semua yang memerlukan perhatiannya.

Di lingkungan bisnis dan industri, budaya melayani ditanamkan dan dikembangkan untuk merawat kesetiaan pelanggan.   Loyalitas berasal dari pelayanan yang baik.  Di dunia wisata, kita merasa senang dan kerasan pada waktu mendapat pelayanan yang baik.  Mengapa orang suka bertamasya ke Pulau Bali?  Karena masyarakat Bali punya budaya melayani, mengutamakan dan memperhatikan kepentingan tamu.

Bagaimana di tempat lain? Tentu punya tradisi berbeda-beda. Ada masyarakat yang memanjakan tamu, melayani sepuas-puasnya.  Ada juga yang belum mengerti pentingnya pelayanan.  Bahkan fasilitas umum untuk diri sendiri tidak punya.  Tidak ada pengalaman maupun kemauan untuk melayani siapa pun!

Tetapi ada juga yang selama hidup di bumi, pekerjaannya hanya melayani, melayani dan melayani. Bangsa budak atau budak di antara para bangsa?  Bukan – bukan – bukan itu konsep budaya melayani.  Jangan keliru.  Seorang budak tidak memberikan pelayanan tapi dipaksa atau terpaksa melakukan hal atas perintah orang lain.

Sedangkan melayani dalam arti sesungguhnya adalah membantu – memperhatikan – menyenangkan orang lain untuk kepentingan bersama. Budaya melayani adalah upaya terus menerus untuk membuat dunia lebih bahagia.  Itu juga berarti menyenangkan diri sendiri.

Sedangkan kultur perbudakan tidak dimulai dari keinginan melayani, tapi berawal dari penindasan. Itulah yang dilawan melalui nasihat agar kita menjadi tuan atau nyonya di negeri sendiri. Justru dengan menjadi tuan atau nyonya, kita diharapkan semakin pintar dan semakin mampu melayani.  Maka jadilah bos yang melayani.

Dapat juga dikatakan: kita akan menjadi juragan karena pandai melayani.  Semakin banyak orang yang kita layani, semakin bermutu pelayanan kita, semakin baik pula kepemimpinan kita.  Itulah yang belakangan ini mengemuka.  Masyarakat mulai suka memberikan nilai tinggi dan penghormatan pada pemimpin yang pintar melayani.

Maka kita melihat walikota, bupati, gubernur, bahkan presiden yang jelas-jelas pintar memberikan pelayanan.  Bisa mengantar warga miskin ke rumah sakit.  Atau membantu korban kecelakaan lalu-lintas ketika menemuinya di jalan. Itu dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.  Sedangkan walikota Surabaya, Tri Risma Harini, selalu siap melayani  dengan membawa perlengkapan praktis di mobilnya.  Termasuk sapu, kalau diperlukan untuk kebersihan.

Apakah harus menjadi bos, lurah, camat atau bupati baru bisa melayani?  Tentu saja tidak.  Kita justru memupuk kebiasaan suka melayani sejak masih kanak-kanak. Kita dilatih menjaga kebersihan toilet untuk menyenangkan pemakai berikutnya. Kita juga mengamankan fasilitas umum lain untuk pengguna sesudah kita.

Kalau bisa menjamin orang lain mendapat manfaat dari perbuatan kita, tandanya kita mulai melayani dengan benar.  Itu bisa terkait dengan pekerjaan dan tugas sehari-hari.  Bisa juga tidak. Seorang wartawan bertugas melayani publik dengan menyediakan berita yang benar.  Seorang petani melayani masyarakat dengan panenan bermutu tinggi.  Dokter melayani pasien dengan jujur, sepenuh hati dan sesuai keahliannya.

Pilot, supir taksi, guru, pedagang keliling, polisi dan para menteri biasa melayani sesuai keahlian masing-masing. Yang membuat seorang menjadi pahlawan adalah kalau melakukan pelayanan dengan inovatif, cerdas dan efektif. Biasanya tidak mengharap imbalan dan melampaui tugasnya sehari-hari. Maka, pelayanannya menjadi luar-biasa, optimal dan dilakukan sepenuh hati. Itulah pengertian sederhana untuk seorang bos yang melayani. ***

banner

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

nisp
4 M Kepada Desa Sukaresmi Aditya Maulana Dari Waitress Hingga Hotel Manager Anggota Sarbumusi Berhak Terima Dana Pensiun 100 Juta Antara Gaya Hidup & Kesehatan Berburu Berkah Di Bulan Ramadhan bioskop cinemaxx BUDIYANTO Cikarang Ditinggal Mudik CSR Kabupaten Bekasi Dadali Hibur Anak Yatim Cikarang Daeng Muhammad Bangun Masjid Talagamanggung di Pebayuran Demokrasi Mini Ala Warga "Berlian" Faber Castell Memperluas Pabrik di MM2100 GABUNGAN OPERATOR TV KABEL INDONESIA DEKLARASI GERAKAN NASIONAL TAYANG FTA GRATIS Gema Ramadhan dan Idul Fitri LPPM Jababeka Glorious Ramadan at Mal Lippo Cikarang GROUND BREAKING MAYFAIR Estate & Parklands di Jababeka Residence Hipertensi : Masalah Serius Pada Generasi Muda Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang Santuni 100 Anak Yatim Java Palace Hotel KAMPUNG HALAMAN Kapolresta Bekasi Tinjau Kesiapan Personil Amankan Mudik 2015 Kemilau Ramadhan 2015 Jababeka Residence Kodim Kawal Kegiatan Gemar Membaca Komunitas BerbagiNasi Cikarang dan Coca-Cola Amatil Indonesia Gelar Berbagi Ceria di Bulan Ramadhan Komunitas Peduli Cikarang Peduli Yatim Piatu Dan Lingkungan LATIN NIGHT BARBECUE @ GRANDE VALORE HOTEL – JABABEKA LEBARAN MENGINAP GRATIS DI HOTEL SANTIKA CIKARANG Lippo Cikarang Serahkan Bantuan Senilai 4 Papinka Goyang Basecamp NCRadio Pemasangan Kawat Gigi Penampilan Memukau Para Siswa Berkebutuhan Khusus President Special Needs Centre (PSNC) Pencegahan Penyakit Akibat Kerja PROMO “BERKAH RAMADHAN” Hotel Santika Cikarang PSNC Siapkan Pengembangan Anak Berkebutuhan Khusus Usia Dewasa PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) PT Cameron Services International Lulus Sertifikasi OHSAS 18001:2007 & SMK3 PT Trans Jakarta Luncurkan Bus Tingkat Pariwisata Tematik Rira GreenPark Kembangkan Cluster Perkantoran Dan Pergudangan Khusus UKM Samsung Siap Produksi Ponsel dan Tablel Sebanyak 1 Juta/Bulan Sekjen Aspelindo : Pemda Harus Siapkan SDM Lokal Hadapi MEA Soft Opening Batiqa Hotel Suzuki Tambah Investasi Tasyakuran Kelulusan Siswa SDIT An Nur Angkatan Kesembilan Wisuda Ke-10 President University