Published On: Sat, Dec 10th, 2016

Deteksi Dini Dan Pola Pengasuhan Anak Gifted Dengan Asinkroni Perkembangan

banner

Banyaknya Di Indonesia Anak-anak Yang Mengalami Masalah Perkembangan Khususnya Anak Gifted

(diambil dari buku Gifted – Maria Julia Van Tiel and Dr. Endang Widyorini, Psikolog)

Penelitian Mönks (1995) menyebutkan bahwa setengah dari populasi anak berbakat (gifted) mengalami masalah di sekolahnya karena prestasi yang dicapai berada di bawah potensinya. Masalah ini disebabkan bukan hanya karena masalah tidak terdukungnya perkembangan kognitif mereka dengan metoda yang tepat di sekolah, tetapi juga disebabkan karena adanya masalah dalam perkembangan yang disebut masalah perkembangan asinkroni (Hoop & Janson 1999 )
Masalah asinkroni ini mencakup ketidak harmonisan berbagai fase perkembangan, yaitu perkembangan intelektual, perkembangan psikologis, perkembangan fisik, perkembangan motorik, perkembangan sosial, dan perkembangan bahasa yang berakibat dalam berbagai testnya akan menunjukkan ketidak harmonisan (Hoop & Janson, 1999).
Sementara itu masalah loncatan perkembangan kognitif pada balita yang mengakibatkan masalah perkembangan asinkroni, akhir-akhir ini telah menyita banyak perhatian berbagai kalangan di dunia, karena banyak diantara anak-anak ini terjerat dalam diagnosa gangguan perkembangan atau disorder serta mendapat berbagai terapi alternative mulai dari yang sederhana hingga yang radikal, tanpa memperhatikan masalah potensi atau giftedness yang dimilikinya.
Para orang tua dan guru pun terjebak dalam suatu kemelut yang tidak jarang mengakibatkan kerugian pada diri si anak. Banyak anak-anak gifted yang terdiagnosa berbagai gangguan mental dan perkembangan seperti autisme dan ADHD masuk ke sekolah sebagai penyandang diagnosa psikiatrik tanpa diterjemahkannya terlebih dahulu dari diagnosa psikiatrik itu ke dalam diagnosa pedagogi. Hal ini mengakibatkan situasi yang tidak menguntungkan bagi perkembangan intelektual, psikologis dan sosial anak-anak ini karena salahnya penanganan dan tidak terdeteksinya gaya belajar serta potensi keberbakatannya sebagai faktor kuat yang dimilikinya .
Seringkali pula anak-anak gifted terlambat bicara dan sangat pandai ini sering terjerat sebagai anak-anak autis Aspeger, padahal anak-anak autis Asperger dengan IQ tinggi ini tidak mengalami keterlambatan bicara dan sering tidak terdeteksi saat masih muda. Ia sering terlambat terdeteksi, karena masalahnya baru akan timbul saat ia harus berkontak dan bekerjasama dengan orang lain. Asperger yg mempunyai gangguan kontak yang dibawanya seumur hidupnya, juga mempunyai bidang minatan yang sangat sempit dan tidak kreatif (Vermuelen, 1999, Vermuelen, 2002).
PERKEMBANGAN ANAK GIFTED
Ahli-ahli keberbakatan di negara maju di Eropa dan Amerika menyebutkan bahwa, sejak bayi anak-anak berbakat telah menunjukkan karakteristik sebagai bayi gifted. Ia mempunyai perkembangan yang sangat cepat dengan kapasitas yang besar, ditandai antara lain banyak gerak, sangat alert, dan banyak menuntut perhatian misalnya mudah dan selalu menangis, serta keras kepala jika kemauannya tidak dituruti.
Kesulitan pengasuhan mulai datang saat anak berusia 2–3 tahun. Orang tua selalu mengeluh terlalu lelah dan tak punya waktu lain karena harus mengawasi dan melayani anaknya yang banyak gerak, tidur hanya sedikit sekali, loncat kian kemari, tukang membongkar, banyak maunya, hanya ingin mengikuti kemauannya sendiri, keras kepala, dan sulit diatur. Perilaku ini seringkali disalah mengerti sebagai perilaku membangkang yang pada akhirnya masuk ke dalam perilaku bermasalah. Anak-anak ini juga sering disarankan diberi terapi perilaku agar bisa berlaku normal, namun justru akan membawanya ke dalam permasalahan yang lebih parah. Bukan hanya masalah emosional dan sosial, tetapi juga munculnya penyakit-penyakit psikosomatik seperti sakit perut, sakit kepala, kefrustrasian, dan kondisi depresi. Akhirnya potensi luar biasa keberbakatannya tak terpupuk, bahkan ia harus melewati hari-hari yang kurang sehat dan tidak aman secara psikologis.
DETEKSI DINI
Banyak anak-anak gifted yang sampai lama tidak dikenali, atau malah salah diagnosa. Padahal mereka yang secara dini tidak terdeteksi, mempunyai resiko mundurnya motivasi belajar, akhirnya akan mengalami masalah dalam menentukan strategi belajarnya, atau ia akan mengalami resiko jatuh prestasi di sekolah dan menjadi underachiever atau berprestasi di bawah potensi yang dimilikinya (de Bruin – de Boer, 2002).
Terlebih anak-anak gifted sekalipun mempunyai perkembangan yang disinkroni, ia mempunyai pola perkembangan yang berskala besar, waktunya singkat, dan tidak sinkron. Karena itu berbagai perkembangannya sering mengejutkan, tidak disangka-sangka, dan sayangnya seringkali sulit diprediksi. Karena itu evaluasi dan program intervensi perlu dilakukan secara teratur dan sering.
HAMBATAN DALAM DETEKSI DINI
Kondisi di Indonesia sendiri belum memungkinkan adanya deteksi dini anak berbakat yang mengalami perkembangan disinkroni ini karena belum adanya kesepakatan fihak-fihak profesional yang ruang lingkupnya pada tumbuh kembang dan bimbingan anak-anak. Fihak profesional lebih cenderung menganggap bahwa anak-anak yang mengalami perkembangan tidak sebagaimana anak-anak normal akan dikelompokkan saja ke dalam kelompok anak bergangguan. Juga terdapat kecurigaan terhadap masyarakat, bahwa masyarakat kelaknya hanya akan memilih mengelompokkan anaknya ke dalam kelompok anak gifted atau berbakat saja tanpa memperhatikan masalah ketidak selarasan perkembangannya. Karena itu hingga saat ini hampir semua anak-anak ini terdiagnosa sebagai anak yang mengalami gangguan perkembangan dan gangguan mental, tanpa memperhatikan lagi masalah giftednessnya, faktor psikologisnya dan gaya belajarnya. Padahal menangani anak seperti ini perlu dibedakan dengan anak bergangguan perkembangan dan gangguan mental yang tanpa mempunyai giftednes.
ORANG TUA
Menangani anak-anak seperti ini membutuhkan perhatian ekstra yang luar biasa, bantuan berbagai tenaga profesi yang mempunyai kerjasama (dalam sebuah network dan sistem referal), kesepakatan terhadap diagnosa yang cermat, dan rancangan perencanaan penanganan, bimbingan, dan terapi yang dibutuhkan.
Langkah pertama yang perlu diambil adalah orang tua dan pihak profesional adalah berlaku saling terbuka, serta melakukan pemantauan secara periodik dan bersama-sama untuk melihat semua faktor lemah dan faktor kuat yang dimiliki anak tersebut. Dengan begitu, perencanaan intervensi diarahkan kepada dua arah sekaligus yaitu mengembangkan giftedness yang dimiliki serta memberikan bimbingan dan terapi pada perkembangan yang tidak selaras maupun masalah kesulitan belajar yang disandangnya seperti disleksia, diskalkulia ataupun disgrafia (van Vugt-van de Moosdijk, 2002).
Orang tua juga perlu mendapatkan bimbingan untuk memahami bagaimana tumbuh kembang, karakteristik dan personalitasnya, serta cara-cara pengasuhan yang sehat yang sesuai dengan pola tumbuh kembang maupun personalitasnya. Orang tua harus bekerjasama dengan para guru, agar antara pengasuhan di rumah dan pendidikan di sekolah dapat simultan, karena bisa jadi ia membutuhkan percepatan belajar, pengkayaan, sekaligus juga pendalaman, yang terkadang hanya mungkin dikembangkan di luar sekolah atau di rumah. Disamping juga membantu guru melakukan remedial teaching untuk mengatasi kesulitan belajarnya.
Selain tugas pengasuhan orang tua juga masih dituntut memenuhi tuntutan kebutuhan si anak yaitu untuk mewujudkan dorongan internalnya mengembangkan potensi inteletual serta bakat lainnya seperti musik, menggambar, atau olah tubuh.Tumbuh kembang anak gifted, diakui oleh banyak ahli, mempunyai perkembangan yang sangat krusial, unik, dan sering terjadi ketidak sinkronan atau ketidak selarasan perkembangan, antara lain dalam perkembangan emosional, sosial, sensoris, motorik, bahasa dan bicara. Ketidak sinkronan perkembangan ini akan berakibat juga bahwa kelak anak tersebut mengalami kesulitan belajar. Ia sangat cerdas tetapi juga mengalami kesulitan.Untuk ini orang tua juga dituntut untuk memahami hal ini semua agar ia dapat membantu si anak mencapai tingkat perkembangan yang lebih harmonis. Kesalahan akan memunculkan masalah-masalah baru yang sulit rehabilitasinya.Untuk memahami ini semua, orangtua dan guru harus banyak membaca, berdiskusi, dan tak kalah penting pula harus ada tenaga ahli yang membimbingnya, agar ia tidak melakukan pengasuhan dengan cara meraba-raba atau menggunakan bentuk stimulasi dan intervensi kelompok anak berkebutuhan khusus lainnya yang tentu saja tidak akan sesuai.

Berikut adalah apa panduan “do – don’t” bagi para orang yang yang memiliki anak berbakat :
• Sediakan tantangan intelektual, di dalam dan di luar sekolah
• Jangan memberikan jadwal yang terlalu ketat. Itu tidak sama dengan memberi ‘tantangan’
• Jangan fokuskan tantangan pada kekuatan atau pun kelemahan anak. Fokuskan pada apa yang menjadi minat & bakat utamanya
• Beri dorongan dan penghargaan untuk kemampuan dan usahanya
• Peragakan (ajarkan) cara membuat prioritas, jadwal, lalu biarkan mereka menjalankannya
• Jangan khawatir bahwa membantu anak memahami dirinya akan membuatnya menjadi besar kepala atau merasa serba tahu
• Berdiskusilah dengan orang tua lain yang memiliki anak gifted
• Jangan jadikan anak gifted sebagai ‘contoh’ atau ‘standar’ bagi kompetisi di antara saudara-saudaranya.

Kelompok anak cerdas istimewa (gifted) yang mengalami perkembangan yang berbeda dari pola normal. Ia mempunyai perkembangan dengan tahapannya sendiri, yaitu adanya lompatan perkembangan kognitif dan motorik, tetapi mengalami keterlambatan bicara. Ia adalah gifted visual spatial learner. Seringkali anak-anak ini mengalami salah terdiagnosa sebagai anak-anak yang mengalami gangguan majemuk autisme (ASD), ADHD, Learning Disabilities (LD), Sensory Integrated Disorder (SID), bahkan lambat belajar atau mental retarded.
Mengamati gejala gifted sejak bayi
Perlu kita amati dalam upaya mengamati perkembangannya dari hari ke hari, kita dapat melihat berbagai sinyal yang dapat kita manfaatkan dalam pendeteksian. Data ini dapat kita gunakan melengkapi berbagai tes-tes yang dilakukan oleh pihak profesi dalam upaya menegakkan diagnosa.
Sinyal-sinyal yang dapat kita kumpulkan adalah sinyal:
1. Sinyal tumbuh kembang
2. Sinyal kepribadian
3. Sinyal keberbakatan
perlu hati-hati jika melihat gejala di bawah ini, sebab anak terlambat bicara juga dapat disebabkan karena masalah-masalah lain antaralain:
– gangguan perkembangan kognitif (IQ rendah)
– autisme
– gangguan pendengaran
– gangguan pusat pemrosesan informasi yang berat (gangguan neurologis)

Perkembangan sejak bayi lahir hingga 2, 5 tahun
Karena perkembangan anak-anak cerdas istimewa ini mempunyai keragaman yang cukup banyak, maka tidak ada ceklis tertentu yang dapat digunakan. Perkembangan satu anak ke anak lain seringkali tidak sama. Hal ini karena domain perkembangan anak tidak hanya satu, ada beberapa, yaitu perkembangan emosi dan emosi sosialnya, perkembangan motoriknya, perkembangan bicara dan bahasa, perkembangan fisik (berat badan, tinggi badan dan status kesehatan), perkembangan sensoriknya, dan perkembangan kemandirian serta adaptasinya. Kadang ada anak yang dilaporkan lahir dengan berat badan yang tinggi, ada yang tidak. Ada anak yang mempunyai pembawaan rewel, ada yang tidak. Ada yang terlalu sensitif dengan suara dan cahaya sehingga mudah terbangun dan menangis, ada yang tidak. Walau demikian, panduan yang dapat diberikan terhadap perkembangan anak yang dapat menandai bahwa ia mempunyai potensi kecerdasan yang baik adalah bila kita mendapatkan anak ini dengan kondisi (Stichting Plato, 2002):
• Mempunyai skor Apgar yang tinggi yaitu antara 8-10 pada menit-menit 5-10 menit pertama usia saat baru dilahirkan.
• Umumnya lahir lebih berat dari rata-rata anak baru lahir.
• Lebih cepat membangun kontak mata, dan membalas senyuman.
• Mempunyai perkembangan motorik yang lebih cepat.
• Motorik halus
o melihat ke tangan
o memainkan tangan di depannya
o mengambil dengan mainan
o mengambil mainan dengan dua tangan
o mengambil dan memasukkan mainan ke suatu tempat
o bermain memberi dan menerima
• Motorik kasar
o merangkak
o berdiri dan stabil jika dilepas
o menegakkan badan
o merambat
o berjalan
• Sangat waspada.
• Sangat tidak sabaran.
• Sangat sensitif.
• Mempunyai daya ingat yang kuat.
• Mempunyai pola hidup yang tetap dan teratur
• Menuntut banyak perhatian, dan seringkali sangat tergantung.
• Perkembangan komunikasi dan perkembangan kepribadian yang lebih cepat.
o Membalas senyuman.
o Bereaksi terhadap namanya.
o Mengatakan dada, baba, gaga.
o Bereaksi jika dipanggil namanya.
o Melambaikan tangan dag dag.
o Perkembangan bicara yang sangat cepat, berbicara dengan dua kata yang mempunyai makna, namun sebaliknya sebagian dari anak-anak ini juga mengalami keterlambatan bicara.
o Memahami beberapa kalimat yang digunakan sehari-hari.
o Dapat menolong diri sendiri.
o Bermain dengan anak lain.
o Mempunyai pendapat sendiri.
o Dapat diberitahu/perintah.
o Mempunyai inisiatif.
Tidak semua anak cerdas istimewa mempunyai gejala yang lengkap sesuai dengan karakteristik di atas, namun secara umum mempunyai gejala-gejala yang banyak dari daftar di atas. Anak-anak yang lahir premature dapat saja berkemungkinan kelaknya ternyata adalah anak-anak cerdas istimewa. Dari laporan para orang tua, umumnya anak-anak ini di minggu pertama sudah dapat membalas senyuman. Mata mengikuti gerakan juga sangat cepat berkembang. Banyak dari bayi-bayi ini yang mempunyai jam tidur sedikit. Pada dasarnya banyak yang menggambarkan anaknya merupakan anak yang hiperaktif, yang menuntut ekstra enerji dari orang tuanya. Bayi-bayi ini mempunyai perkembangan merangkak dan berjalan yang lebih cepat dari jadwal rata-rata. Umumnya berjalan sebelum usia satu tahun. Yang jelas bila dibandingkan dengan perkembangan rata-rata akan sangat nampak bahwa bayi-bayi ini mempunyai lompatan perkembangan. Perilaku overaktif nampak sebagai akibat dari perkembangan sistem neuromuskularnya (sistem persyarafan yang mengatur gerakan otot), yang telah diketahui bahwa perkembangan sistem persyarafan anak-anak cerdas istimewa akan memakan waktu lebih lama daripada rata-rata anak. Karenanya juga anak-anak ini mempunyai sistem pancaindera yang sangat sensitif, misalnya terhadap ransang raba, cahaya, dan suara. Disamping itu ketahanan tubuhnya juga sangat sensitif dan menjadi rentan. Yang perlu dijelaskan juga adalah bahwa sangat banyak anak-anak cerdas istimewa yang mengalami alergi misalnya terhadap bahan pewarna dan penambah rasa. Kebanyakan bayi akan membawa pengalaman dan kesan-kesannya turut dalam tidurnya. Bayi-bayi ini akan lebih tenang jika dikembalikan pada pola-pola yang teratur dan tertentu. Bila hal ini dilanggar maka anak-anak ini akan bereaksi terhadap situasi, marah dan selalu menangis. Dalam kurva berat badan dan tinggi badan, perlu diamati seberapa jauh pertumbuhannya bila dibandingkan dengan rata-rata anak seusianya. Dalam pemeriksaan berkala dapat dilihat juga kapan anak-anak ini merangkak, berjalan dan seterusnya. Bila ia melebihi di atas rata-rata anak seusianya terutama perkembangan motorik dan kognitif, maka dapat diartikan bahwa bayi-bayi ini mempunyai lompatan perkembangan. Daya ingat yang sangat kuat pada anak-anak cerdas istimewa ini dapat ditandai dengan ia sangat ingat dengan berbagai kejadian yang pernah dilaluinya, ia akan marah jika kita melalui jalan lain, ia masih ingat akan jalan yang telah menyebabnya trauma misalnya ke rumah sakit dan ia akan berterak-teriak menolak melalui jalan itu.

Perkembangan usia 2,5 hingga 4 tahun
Jika tadi di usia di bawah 2,5 tahun kita bisa melihat lompatan perkembangan anak melalui perkembangan motorik, bicara dan bahasa, serta adaptasi sosial dan kemandiriannya, maka pada usia di atas 2,5 tahun kita baru bisa mulai melihat lompatan perkembangan pada bidang kognitifnya secara langsung.

Pada usia bayi hingga 2,5 tahun untuk memprediksi seorang anak mempunyai perkembangan kognitif yang baik, kita baru dapat melihat melalui perkembangan sensomotoriknya, sementara itu perkembangan kognitifnya belum nampak secara jelas. Perkembangan kognitif menurut Piaget, ia menyebut periode di bawah dua tahun dengan sebutan periode sensomotorik. Sedang di usia 2 hingga 4 tahun disebutnya sebagai perkembangan kognitif periode pre-operasional.
Di usia 2,5 hingga 4 tahun ini kita baru bisa melihat anak-anak cerdas istimewa ini menunjukkan gejala prkembangan kognitifnya yang lompat jauh lebih maju dari teman sebayanya.
Lompatan perkembangan kognitif dapat kita perhatikan dari:
• Mempunyai perhatian yang luas pada sekitarnya.
• Menyukai berbagai bentuk-bentuk dan benda.
• Menyukai angka-angka, dan huruf-huruf, yang diteruskan dengan kemampuan belajar membaca dengan caranya sendiri (tidak diajari).
• Memahami hitungan (banyak, sedikit, kurang, lebih), yang diteruskan dengan kemampuan berhitung belajar dengan caranya sendiri (tidak diajari).
• Memahami waktu (lama, sebentar).
• Menggambar tiga dimensional.
• Membuat bangunan konstruksi tiga dimensional misalnya rumah-rumahan, jembatan layang, desa penuh dengan perangkatnya (rumah, pohon, binatang, jalan-jalan, mobil, dan sebagainya).
• Bermain puzzel.
• Mempunyai pemahaman asosiasi dan sebab akibat yang baik.

Perkembangan kepribadiannya akan lebih nampak yang memperlihatkan adanya perbedaan karakter dengan anak-anak lainnya, dapat kita lihat:
• Sangat mandiri.
• Tidak mau dicampuri dan tidak bisa didikte.
• Keras kepala.
• Menginginkan segala sesuatu sekarang juga.
• Tidak pernah putus asa untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan.
• Perfeksionis.
• Sangat konsentrasi pada sesuatu yang tengah dikerjakan.
Dalam perkembangan ini, ia akan berkembang sangat cepat. Ia dapat memainkan alat-alat mainan apa saja dan ia dapat mengembangkannya secara mandiri. Hal ini karena bukan saja ia mempunyai kemampuan pandang ruang atau dimensi yang baik, namun ia juga mempunyai kreativitas yang baik. Dalam perkembangan ini biasanya orang tua tidak merasa kesulitan. Ia dapat asyiek bermain sendiri secara mandiri. Namun permintaannya yang banyak, terus menerus tidak berhenti, dan harus sekarang juga seringkali menyebabkan orang tua tidak sabar menghadapinya. Berbagai alat mainan yang baru dimintanya sudah dengan cepat ia kuasainya – untuk kemudian ia menginginkan yang lain lagi. Ia selalu berusaha menjelajah sesuatu yang baru, sehingga alat-alat mainan yang baru diberikan padanya dengan cepat baginya sudah menjadi barang tua. Hal ini juga sering menyebabkan orang tua merasa kesulitan menghadapinya. Banyak orang tua ataupun guru mengharapkan agar si anak tetap bermain dengan barang yang sama, asyiek bermain dengan alat-alat yang sama, namun tidak demikian halnya bagi anak-anak cerdas istimewa ini. Ia selalu menginginkan segala sesuatu, yang lain lagi, dan yang baru. Sehingga seringkali nampak jika dibandingkan dengan teman-teman sebayanya di kelas ia bagai anak tidak mempunya konsentrasi dan atau tidak dapat bermain bersama.

Sebaliknya, sekalipun ia mempunyai perilaku yang melebar yang selalu menjelajah dan berusaha meminta alat-alat main yang baru yang dirasanya lebih menantang, ia juga mempunyai perhatian yang luar biasa pada satu permainan yang menarik bagi dirinya, yang dirasanya menantang, mengasyiekkan, sehingga seringkali alat main ini tidak bisa lepas lagi dari dirinya. Ia bagai berikatan dengan alat main itu. Umumnya alat-alat main itu yang dapat dikembangkannya melalui fantasi dan kreativitasnya, misalnya alat-alat mainan konstruksi bangunan, komputer, dan alat-alat main yang bisa dikembangkan menjadi sebuah desa atau kota lengkap dengan jalan kereta api, jalan raya, mobil, binatang, rumah, toko, stasiun, dan sebagainya. Agar perkembangan kognitifnya tidak mengalami hambatan, maka perhatikan juga perkembangan motorik halusnya. Banyak diantara anak-anak cerdas istimewa yang menjelang usia sekolah dasar mempunyai ketertinggalan perkembangan motorik halus ini. Karena itu perkembangan motrik halusnya perlu mendapatkan perhatian secara seksama.
Untuk melihat perkembangan motorik halus, perhatikan:
• Bagaimana cara memegang pinsil.
• Kordinasi mata-tangan saat bekerja.
• Kordinasi jari-jari.
• Kordinasi kedua tangan.
• Keluwesan pergelangan tangan.
• Menempel dan menyobek.
• Menggunting.
• Menusuk.
• Meronce.
• Menjumput benda kecil-kecil.
• Meletakkan puzzel kecil-kecil.
• Mewarnai dengan pinsil berwarna.
• Menggambar pinggiran.
Diantara anak-anak cerdas istimewa ini juga banyak yang mempunyai kesulitan menentukan tangan mana yang lebih kuat, kiri atau kanan. Karena itu perlu diperhatikan tangan mana yang lebih baik untuk mereka gunakan, agar ia dapat dilatih menggunakan tangan tersebut secara lebih mapan.
Perkembangan usia 4 – 6 tahun
Di usia 4 tahun ini anak akan masuk ke sekolah TK, umumnya belum nampak adanya masalah apa yang disebut dengan prestasi rendah (underachiever). Gejala yang dapat diamati akan adanya lompatan perkembangan di usia taman kanak-kanak ini dapat dilihat sebagai berikut:
• Belajar membaca dan berhitung sendiri.
• Mempunyai konsentrasi dan ketahanan kerja yang tingi, dan dapat melakukan banyak hal dalam waktu bersamaan.
• Senang belajar.
• Sangat enerjik, tingkat aktivitas yang tinggi, banyak gerak, tidak dapat duduk diam, dan tidur hanya sedikit.
• Mempunyai daya ingat kuat.
• Perilakunya menunjukkan bahwa ia perfeksionis.
• Mudah belajar (sering kali justru hanya ingin menuruti kemauannya sendiri, dan menyimpang dari metoda yang umum)
• Penggunaan bahasa yang sangat baik, atau sebaliknya bagi yang terlambat bicara
• Mandiri dalam melakukan pekerjaan (membutuhkan sedikit petunjuk saja).
• Mampu mengerjakan tugas yang kompleks
Banyak dari anak-anak cerdas istimewa yang mengalami perkembangan sensor raba yang tinggi, seringkali tidak mau mengikuti kegiatan yang menggunakan material yang lengket-lengket seperti lem, lilin/malam, dan cat air. Atau motorik halus yang tertinggal ia juga kesulitan melakukan tugas menggunting, meronce, menusuk, dan menggambar. Seringkali perfeksionismenya juga nampak dengan kapasitas yang besar, hingga ia tak mau mewarnai, menggunakan cat air, dan tugas-tugas yang ternyata berbeda dengan apa yang dibayangkan.

Skor Apgar adalah skor yang diberikan pada bayi yang baru lahir atas pemeriksaan pernafasan, denyut nadi, tonus otot, warna, dan reaksi terhadap rangsangan. Pemeriksaan dilakukan mulai menit pertama, menit kelima, dan menit ke sepuluh. Pemeriksaan menit kelima dan ke sepuluh merupakan pemeriksaan yang penting untuk melihat bagaimana kondisi anak selanjutnya. Skor Apgar sendiri berada dalam range 1 – 10. Anak dengan kelahiran normal harus mempunyai skor antara 7 – 10. Jika ia mempunyai skor di bawah 4 maka ia memerlukan bantuan atau tindakan segera. Istilah Apgar sendiri diambil dari Dr Virginia Apgar yang mengembangkan skor ini ditahun 1952.

Perkembangan usia sekolah dasar (6 – 12 tahun)
Usia 6 tahun adalah usia masuk sekolah dasar. Bagi anak-anak cerdas istimewa masuk sekolah dasar adalah hal yang mendebarkan, karena disana ia akan secara formal belajar membaca, menulis, dan berhitung. Namun kecepatan dan gaya berpikir yang berbeda menyebabkan banyak dari anak-anak ini yang mudah bosan di sekolah. Ia membutuhkan penanganan yang berbeda, materi pelajaran, kecepatan dan kedalaman pemberian pelajaran yang berbeda dari anak-anak lainnya.
Di usia ini akan nampak perbedaan gaya berpikir antara anak cerdas istimewa (gifted) dengan anak cerdas/intelektual (bright child). Sekalipun keduanya mempunyai inteligensi yang sama tinggi, namun gaya berpikir yang berbeda menyebabkan prestasi sekolahnya berbeda. Banyak anak-anak cerdas istimewa (gifted children) yang justru masih banyak membutuhkan bimbingan dan prestasinya kurang memuaskan. Sehingga anak-anak cerdas istimewa ini sering diragukan kecerdasannya, sementara itu anak-anak cerdas/inteligen (bright child) dapat menunjukkan prestasinya dengan baik. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan dalam gaya berpikir dan kepribadiannya. Perbedaan itu dapat digambarkan sebagai berikut sebagaimana dalam tabel di bawah ini. Anak-anak cerdas/inteligen (bright child) adalah seorang anak yang mematuhi peraturan, rajin ke sekolah, dan selalu tertib dalam belajar. Selain ia mudah sekali menangkap pelajaran, ia juga dengan mudah dapat diajak kerjasama. Ia dapat mengikuti tahapan-tahapan pelajaran dengan tertib dan mengulangnya kembali dengan hasil-hasil ujian yang sangat memuaskan. Namun perbedaan yang sangat penting dengan anak cerdas istimewa (gifted children) adalah, anak-anak cerdas/inteligen ini adalah penerima ide-ide, sangat memahami perintah, dengan demikian prestasi di sekolahnya akan sangat memuaskan semua pihak. Sedang anak-anak cerdas istimewa (gifted children) adalah anak yang otodidak, tidak bisa didikte, mempunyai konsep sendiri, berpikir mendahulukan konsepnya, dan bukan sebagai konsumer ide tetapi justru pencipta atau produser ide-ide. Karena itu ia seringkali mengalami kesulitan mengikuti pelajaran dengan sistem konvensional, prestasi sekolahnya tidak seimbang dengan kapasitas yang dimilikinya, lebih bertindak sebagai pemegang komando daripada menjadi orang yang diperintah. Melihat anak-anak cerdas istiemewa yang prestasinya menunjukkan berada dalam rata-rata kelas, guru dan orang tua seringkali tidak menyadari, atau tidak mengakui bahkan membantah jika ia adalah penyandang potensi inteligensi yang tinggi. Karenanya anak-anak ini kemudian sering tidak mendapatkan perhatian sebagaimana yang dibutuhkan, yang pada akhirnya dapat memunculkan berbagai masalah. Sikap seperti ini justru hanya akan merugikan masa depan si anak di kemudian hari karena sejak dini tidak mendapatkan penanganan semestinya. Dengan demikian kita perlu mengenali anak-anak cerdas istimewa ini bukan hanya dari pengukuran tingkat inteligensi melalui IQ nya saja, bukan dari prestasinya saja, namun juga dapat dengan memahami gaya belajarnya (cognitive style), perilaku dan kepribadiannya.
Di sekolah dasar, untuk mengenali anak-anak cerdas istiemewa ini kita bisa melihatnya dari gejala-gejala yang ditampilkannya, yaitu:
• Mempunyai pengetahuan yang luar biasa dan detail untuk bidang tertentu.
• Daftar kosa kata yang luas dan sangat lancar berbicara (sebaliknya tidak pada yang mengalami keterlambatan bicara).
• Mempunyai kemampuan abstraksi yang kuat.
• Mempunyai kemampuan pengamatan yang luar biasa.
• Memahami sebab dan akibat.
• Mempunyai memori yang sangat kuat.
• Pengambil keputusan secara mandiri.
• Haus akan pengetahuan baru.
• Tidak putus asa menanyakan sesuatu.
• Kepekaan sosial yang kuat.
• Menuntut keadilan.
• Mendominasi lingkungan (dalam keluarga atau di sekolah) dan seringkali justru tidak diterima.
• Menghindari perselisihan dan perkelahian fisik.
• Mempunyai minat yang luas yang tidak biasa untuk seusianya.
• Cara-cara melakukan pemecahan masalah secara kreatif dan tidak umum.
• Mempunyai kemampuan membuat strategi dan dikombinasi dengan bakatnya untuk melakukan pengorgansisasian (kuat untuk mengatur orang lain).
• Mempunyai perhatian yang besar terhadap perubahan dan kemajuan di masa yang akan datang.
• Sangat cepat melakukan pemrosesan informasi yang diterimanya.
• Motivasi yang tak mengenal lelah yang mengantarnya pada suatu sikap yang konsekwen untuk mencapai tujuan (baik di dalam maupun si luar sekolah).
• Sangat kritis terhadap diri sendiri.
Apabila di sekolah dasar guru mendapatkan si anak mempunyai gejala sebagaimana di atas, sekalipun anak tidak menunjukkan prestasinya, maka ada baiknya guru melaporkan pada orang tua dan lakukan observasi lebih mendalam kepada anak. Terhadap anak-anak ini seringkali orang bertanya-tanya, dan mengambil kesimpulan: rasanya anak ini pandai tetapi mengapa tidak menunjukkan prestasi? Kita tak perlu menunggu ia menunjukkan prestasinya terlebih dahulu, apabila dibutuhkan dapat dilakukan pemeriksaan inteligensi untuk melihat bagaimana perkembangan inteligensinya. Untuk kemudian segera mendapatkan bimbingan, pengasuhan, dan strategi pendidikan yang sesuai baginya. Gunakan faktor kuat anak untuk “mendongkrak” faktor lemahnya.

Anak-anak cerdas istimewa ini pada usia awal sekolah dasar juga sering sudah menunjukkan prestasi dan kelebihannya, sehingga ia memerlukan percepatan pendidikan, misalnya dengan melompatkan kelas, atau tetap berada di dalam kelasnya namun mendapatkan materi yang berbeda, baik materi percepatan maupun pengkayaan dan pendalaman. Atau kadang-kadang dapat juga ia untuk beberapa jam ditarik keluar dari kelas (pull out) dan dibawa ke kelas lain bersama anak-anak lain mengerjakan program yang diminatinya. Kita dapat memilih model-model pendekatan baginya secara luwes, hal itu semua tergantung dari minat, bakat, dan berbagai faktor yang mendukungnya. Tentu saja untuk memilihnya diperlukan kesepakatan, dan kerjasama dari semua pihak, termasuk keinginan anak juga perlu diperhatikan.
Usia sekolah lanjutan (12 – 18 tahun)
Usia 12 – 18 tahun adalah usia remaja, dimana setiap anak mengalami perubahan yang sangat nyata. Mereka kelihatan mulai menjadi lebih besar secara fisik, perilakunya juga berubah, dan mulai memperlihatkan kemandirian, ke-aku-annya, serta mulai lebih tertarik untuk berada dalam kelompoknya. Tak tertinggal pula mulai memperhatikan lawan jenisnya. Anak juga semakin jelas bentuk talenta yang dimilikinya, dan masing-masing mempunyai jalur jalan sendiri dalam melangkahkan kaki. Hal ini semua disebabkan karena perkembangan area inteligensi anak di usia ini menjadi semakin stabil. Perilakunya juga semakin bisa dikendalikan, kerjasama, dan semakin sosial. Guru dan murid semakin dapat membangun hubungan yang jauh lebih baik, karena anak sudah dapat diajak berdiskusi dan dapat membangun pemahaman bersama. Perkembangan sosial anak juga semakin bekembang bukan hanya berteman dengan teman-teman sekolah namun juga mulai menginginkan memperluas jaringan pertemanannya dengan dunia luar sekolah. Bahkan komunikasi mulai dengan bahasa asing, dan mulai membangun hubungan dengan orang-orang asing di luar negeri, baik secara surat menyurat maupun melalui media lainnya terutama komputer.

Cepat dewasa
Pada umumnya anak-anak cerdas istimewa akan menjadi sosok anak yang cepat dewasa. Bukan hanya dalam pemikiran-pemikirannya tetapi juga seringkali secara fisik menunjukkan lebih cepat matang daripada teman-teman sebayanya. Kedewasaannya telah pula mendorongnya untuk membuka cakrawala yang lebih luas. Banyak orang tua yang tak menyadari perkembangannya ini, dan berusaha mencegahnya. Mencegahnya untuk mengembangkan diri secara luas ke dunia yang lebih lebar karena khawatir, mengingat usianya yang masih kecil, seperti juga teman-temannya. Namun sesungguhnya secara mental, anak-anak ini memang lebih cepat dewasa daripada teman sebayanya.
Asyiek mengembangkan talentanya
Di usia ini, sudah semakin nampak apa yang menjadi minatnya, ke arah mana pengembangan talentanya. Jika di usia sangat muda, anak masih berpindah-pindah minat, di usia ini ia akan semakin menekuni minatnya, dan talentanya semakin menunjukkan prestasi dan kematangan. Seringkali juga terjadi, begitu sibuknya ia mengembangkan minatnya, ia menjadi anak yang lebih senang menyendiri. Padahal sementara itu teman-teman sebayanya tengah membangun citra diri agar tampil lebih “cool” dihadapan teman-temannya. Umumnya anak-anak cerdas istimewa ini sangat menyukai komputer, dan ia dapat sepanjang hari bersama dengan komputernya. Di sana ia dapat menjelajah dunia, dan mendapatkan informasi secara cepat dan berlimpah-limpah. Sarana seperti ini memang merupakan sarana yang dirasanya dapat memenuhi kehausannya akan informasi baru. Pada anak-anak cerdas istimewa yang mempunyai kepribadian introvert (menarik diri), semakin ia asyiek dengan minatnya, ia semakin mengasingkan diri dari pergaulan dunia “cool” dan akan menjadi anak yang agak canggung jika harus berada di tengah-tengah dunia remaja seperti misalnya pesta, tamasya, atau pertemuan-pertemuan remaja. Kondisi ini sebaiknya perlu mendapatkan perhatian, agar ia tetap dapat trampil bersosialisasi dengan baik. Orang tua dapat mengusahakan agar si anak tetap bergaul diantara sesama remaja misalnya dengan memasukkannya ke dalam kelompok-kelompok remaja seperti pramuka, olahraga, kesenian, dan lain-lain. Sesekali mengundang acara makan bersama di rumah, mengadakan acara tamasya bersama, berkemah, dan sebagainya.

Menjadi anak yang canggung dan lugu di tengah teman sebayanya, akan menyebabkan ia hanya menjadi bulan-bulanan diganggu oleh teman-temannya yang dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan tidak aman bagi dirinya. Hal ini tentunya akan lebih menyulitkan dirinya untuk menempatkan diri secara baik di tengah-tengah pergaulan teman-temannya.
Kompetisi
Salah satu upaya untuk meningkatkan motivasi anak adalah dengan memberikannya kesempatan melakukan kompetisi. Mulai dengan tingkatan yang rendah misalnya antara teman di kelas, antar kelas, dan tingkatan sekolah. Untuk kemudian dilakukan kompetisi antar sekolah, jika memungkinkan tingkat nasional dan internasional. Kemenangan-kemenangan secara berjenjang ini akan lebih memberinya rasa percaya diri yang mantap. Anak-anak cerdas istimewa adalah seorang anak yang selalu mengkritiki dirinya sendiri. Ia tidak membandingkan dirinya dengan orang lain, tetapi dengan konsep sempurna yang ada di kepalanya. Ia tidak menyadari bahwa dirinya lebih berpotensi daripada teman-temannya. Ia justru menganggap bahwa orang lain seperti juga dirinya, atau orang lain lebih baik daripada dirinya. Ia perlu diajak untuk melihat lebih baik akan potensi yang dimilikinya.
Demi masa depan
Anak-anak ini di usia remaja ini umumnya sudah mulai mantap dengan apa yang diinginkannya, dan berusaha memperdalam sendiri apa yang menjadi minatnya. Di usia ini ia betul-betul membutuhkan dukungan kita, orang tua, guru, dan lingkungannya. Dengan adanya dukungan yang memadai, ia justru akan lebih cepat mencapai prestasi istimewanya dan siap menunjukkan kemampuannya yang berguna untuk masyarakat yang lebih luas.

Ciri khusus cerdas istimewa di masa remaja
• Ia semakin siap dengan ketrampilan talentanya yang dapat diterima oleh lingkungannya.
• Ia semakin menunjukkan ciri-ciri kemampuan konsentrasinya, semakin menyadari bahwa ia perlu berprestasi untuk mencapai apa yang dicita-citakan, semakin terbuka, dan sikapnya semakin dewasa.
• Dengan pembinaan yang baik sejak lebih muda, bagaimana harus berkerja dan cara-cara belajar yang dibutuhkan agar dapat mencapai tingkatan yang sesuai dengan kapasitas kecerdasannya, maka kini kita dapat melihatnya ia menjadi lebih serius dan sadar akan apa yang harus dicapainya. Ia menggunakan waktu-waktu senggangnya lebih untuk mengembangkan talentanya daripada duduk-duduk nonton televisi, atau berhura-hura dengan remaja lainnya. Dorongan internalnya lebih kepada rasa ingin mengembangkan talenta yang menjadi bidang minatannya.
• Ia mempunyai hubungan yang lebih akrab dengan orang tuanya, kesempatan ini dapat digunakan untuk mendukung dan menstimulasi pengembangan talentanya.
• Ia dapat menikmati pendalaman bidang-bidang tertentu, terutama jika di sekolah juga mendapatkan dukungan dari guru-gurunya.

banner

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

nisp
4 M Kepada Desa Sukaresmi Aditya Maulana Dari Waitress Hingga Hotel Manager Anggota Sarbumusi Berhak Terima Dana Pensiun 100 Juta Antara Gaya Hidup & Kesehatan Berburu Berkah Di Bulan Ramadhan bioskop cinemaxx BUDIYANTO Cikarang Ditinggal Mudik CSR Kabupaten Bekasi Dadali Hibur Anak Yatim Cikarang Daeng Muhammad Bangun Masjid Talagamanggung di Pebayuran Demokrasi Mini Ala Warga "Berlian" Faber Castell Memperluas Pabrik di MM2100 GABUNGAN OPERATOR TV KABEL INDONESIA DEKLARASI GERAKAN NASIONAL TAYANG FTA GRATIS Gema Ramadhan dan Idul Fitri LPPM Jababeka Glorious Ramadan at Mal Lippo Cikarang GROUND BREAKING MAYFAIR Estate & Parklands di Jababeka Residence Hipertensi : Masalah Serius Pada Generasi Muda Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang Santuni 100 Anak Yatim Java Palace Hotel KAMPUNG HALAMAN Kapolresta Bekasi Tinjau Kesiapan Personil Amankan Mudik 2015 Kemilau Ramadhan 2015 Jababeka Residence Kodim Kawal Kegiatan Gemar Membaca Komunitas BerbagiNasi Cikarang dan Coca-Cola Amatil Indonesia Gelar Berbagi Ceria di Bulan Ramadhan Komunitas Peduli Cikarang Peduli Yatim Piatu Dan Lingkungan LATIN NIGHT BARBECUE @ GRANDE VALORE HOTEL – JABABEKA LEBARAN MENGINAP GRATIS DI HOTEL SANTIKA CIKARANG Lippo Cikarang Serahkan Bantuan Senilai 4 Papinka Goyang Basecamp NCRadio Pemasangan Kawat Gigi Penampilan Memukau Para Siswa Berkebutuhan Khusus President Special Needs Centre (PSNC) Pencegahan Penyakit Akibat Kerja PROMO “BERKAH RAMADHAN” Hotel Santika Cikarang PSNC Siapkan Pengembangan Anak Berkebutuhan Khusus Usia Dewasa PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) PT Cameron Services International Lulus Sertifikasi OHSAS 18001:2007 & SMK3 PT Trans Jakarta Luncurkan Bus Tingkat Pariwisata Tematik Rira GreenPark Kembangkan Cluster Perkantoran Dan Pergudangan Khusus UKM Samsung Siap Produksi Ponsel dan Tablel Sebanyak 1 Juta/Bulan Sekjen Aspelindo : Pemda Harus Siapkan SDM Lokal Hadapi MEA Soft Opening Batiqa Hotel Suzuki Tambah Investasi Tasyakuran Kelulusan Siswa SDIT An Nur Angkatan Kesembilan Wisuda Ke-10 President University