Published On: Fri, Apr 20th, 2018

“DUA INSPIRATOR CILIK”

banner

“DUA INSPIRATOR CILIK”

Oleh : Munirotul Badriah anggota Komunitas Guru Penulis Bekasi Raya

Manusia adalah makhluk  paling sempurna yang Allah SWT ciptakan. Setiap manusia memiiki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ada manusia yang sudah terlihat dengan mudah kelebihan yang dimiliki, tetapi ada juga manusia yang membutuhkan usaha untuk mengetahui kelebihan yang dimilikinya.

Selama mengajar, ada dua orang siswa-siswi hebat yang mampu menjadi inspirasi bagi teman-temannya. Mereka yaitu Nazhifa dan Jati. bagaimana sosok inspirator tersebut?

Ketika duduk di kelas 3 sekolah dasar al muslim Tambun, Nazhifa Qinthara Nasution yang biasa dipanggil dengan Nazhifa di sekolah, dan Qinthara untuk panggilan akrab di rumah. Dia adalah sosok anak perempuan yang berperawakan mungil dan berkulit putih. Kesehariannya di sekolah tidak banyak berbeda dengan teman-teman yang lainnya, mengikuti pelajaran dan bermain bersama dengan teman-temannya.

Satu hal yang terlihat menonjol dari sosok Nazhifa adalah jiwa kepemimpinannya yang sudah terlihat dengan jelas dalam dirinya. Tanpa ragu dan malu, dengan tegas dia menegur temannya yang melanggar peraturan sekolah maupun kelas, meskipun itu  teman laki-laki.  Sehingga tidak jarang ia dibicarakan oleh teman-temannya yang sering terkena tegurannya.

Saat sekolah mengadakan perlombaan, baik itu dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI maupun hari besar Islam, tanpa diminta oleh guru, Nazhifa langsung membuat konsep untuk mengikuti perlombaan. Contoh kongkritnya saja ketika perlombaan menyanyi lagu daerah, dia langsung mencari lagu yang cocok dan membuat konsep koreografinya. Setelah selesai ia baru memberi laporan kepada guru bahwa ia telah memilih lagu dan menunjukkan konsep yang telah ia buat. Guru pun merasa senang dan bangga dengan apa yang telah Nazhifa lakukan, hanya dengan memperbaiki sedikit dari konsep yang telah dibuat, maka guru pun mensosialisasikan kepada murid-murid yang lain tentang lagu dan konsep yang telah dibuat oleh Nazhifa, dan teman-temannya pun menyetujuinya. Maka latihan pun dimulai dengan Nazhifa sebagai koordinator lomba menyanyi. Alhamdulillah dalam perlombaan tersebut berhasil meraih juara 1.

Ternyata bukan hanya jiwa kepemimpinan yang dimiliki Nazhifa, tetapi jiwa social yang tinggi pun dimilikinya. Hal ini terlihat ketika melihat foto yang dikirim oleh orang tua Nazhifa saat meminta izin tidak masuk sekolah karena sakit demam. Foto yang dikirimkan bukanlah foto Nazhifa yang sedang berbaring lemah di tempat tidur, melainkan foto Nazhifa sedang mengajarkan dua orang anak kecil menulis dengan meja belajar masing-masing. Hal ini dilakukan orang tua Nazhifa karena ia tetap mengajar nak muridnya meskipun dirinya dalam kondisi demam. Subhanallah.

Sejak saat itu baru diketahui bahwa Nazhifa sudah menjadi bu guru junior dan mempunyai dua orang murid, bahkan terkadang lebih. Setiap satu pekan sekali ia mengajarkan membaca, menulis, matematika serta doa-doa. Ketika ditanyakan kenpa dia melakukan hal ini? Kenapa akhir pekannya tidak digunakan saja untuk bermain? Jawaban yang tidak pernah terduga sebelumnya keluar dari mulut Nazhifa, bahwa ia melakukan hal itu karena kasihan melihat anak-anak kecil berusia TK melakukan hal-hal yang kurang jelas dan bermanfaat menurutnya. Maka ia pun mengajak anak-anak tersebut untuk belajar di rumahnya dalam rangka mengisi waktu luangnya, maupun waktu luang anak-anak tersebut. Anak-anak berusia TK itu pun setuju dan mulai memanggil Nazhifa dengan bu guru Qinthara.

Nazhifa tidak main-main dalam menjalankan perannya sebagai guru junior. Ia membeli buku absen dengan uangnya sendiri, membuat soal pada setiap latihan yang diberikan, memfotocopykan gambar untuk diwarnai, bahkan memberikan reward kepada murid yang layak untuk diberikan.

Menurut ceritanya, ia melihat cara-cara bu guru di sekolah mengajar kemudian dipraktekkannya kepada murid-murid juniornya. Sungguh sesuatu di luar pemikiran, bahwa Nazhifa bisa melakukan hal ini, sendirian. Alhamdulillah Nazhifa mempunyai orang tua yang sangat baik dan bijaksana. Mereka mendukung apa yang Nazhifa lakukan, bahkan membantu jika keperluan belajar-mengajar Nazhifa ada yang kurang.

Ketika bu guru mengetahui kegiatan Nazhifa di rumah yang luar biasa, dan menceritakan kepada teman-temannya. Maka sontak saja teman-temannya terkejut dan kagum dengan Nazhifa. Bisa terpikirkan untuk mengamalkan ilmunya dan bermanfaat untuk lingkungan sekitar. Terlontarkan dari beberapa temannya bahwa mereka juga ingin melakukan seperti yang Nazhifa lakukan, menjadi guru junior tanpa pamrih.

Sejak itulah kerap kali bu guru dan teman-teman memanggilnya dengan bu guru junior.  Sekarang Nazhifa telah naik ke kelas 4 dan terus menjadi inspirasi bagi guru dan teman-temannya untuk selalu peka terhadap lingkungan sekitar dan tidak enggan untuk berbagi ilmu.

Siswa yang menjadi inspirasi kedua yaitu Ikhsan Hidayat Jati Nurrachman Iqbal. Ia biasa dipanggil dengan Jati. Tahun ini Jati duduk di kelas 3 sekolah dasar al muslim Tambun. Jati adalah seorang anak laki-laki berkulit putih dan berperawakan tinggi. Seperti anak laki-laki kebanyakan, Jati adalah anak yang sedikit cuek dalam belajar. Akan tetapi dibalik sikap cueknya, Jati memiliki kelebihan yang luar biasa yaitu pandai menggambar 3 dimensi, mewarnai dan kreatif membuat barang-barang daur ulang.

Kelebihan Jati mulai diketahui  saat diadakan lomba memperingati hari kemerdekaan RI. Ketika itu lomba yang diketuai oleh Jati berhasil mendapat juara 1. Ketika di kelas terdapat kardus kosong tidak tepakai, Jati langsung memanfaatkan kardus tersebut untuk dibuat pesawat mainan. Setelah selesai ia menunjukkan pesawat mainan buatannya kepada teman-temannya, maka tidak lama kemudian teman-temannya membuat pesawat mainan yang sama dengan petunjuk Jati.

Suatu ketika ruang kelas dihebohkan dengan sebuah benda unik, yaitu spinner. Spinner adalah jenis mainan yang biasa terbuat dari klaker. Spinner ini dikatakan unik karena dibuat sendiri oleh Jati dan terbuat dari barang-barang bekas, yaitu kardus bekas susu, gliter, koin dan tusuk gigi. Bukan hanya teman-teman sekelas yang memuji hasil karya jati, bahkan guru pun memujinya, karena tidak menyangka bahwa spinner unik dan bagus ini adalah buatan seorang anak laki-laki kelas 3 SD.

Masih dalam kerumunan teman-temannya, dengan lancer dan percaya diri Jati menceritakan cara pembuatan spinnernya di depan bu guru, “kayaknya kalau sudah besar Jati bakal jadi professor bu.” Kata Andrean salah satu teman Jati. Wildan juga berkomentar “Jati kreatif banget ya.” Semua itu ungkapan rasa kagum teman-teman kepada Jati atas karya dan kreativitasnya.

Menurut cerita dari orang tua Jati. Ia memang tidak dibiasakan untuk membeli mainan. Jika ia ingin memilikinya, ia bisa berkreasi dengan barang-barang yang ada di sekitar. Maka tidak heran jika Jati tumbuh dan berkembang menjadi anak yang kreatif.

Suatu ketika sekolah mengadakan lomba dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1439 H. Jati dipilih untuk mengikuti lomba mewarnai. Lagi-lagi atas izin Allah SWT, Jati berhasil mendapat juara 1. Saat menghias kelas, Jati dipercayakan untuk menulis nama kelas di papan display, lengkap dengan warna yang unik. Guru dan teman-teman merasa puas dengan hasil karya Jati tersebut.

Sejak saat itu teman-teman Jati meminta agar ia mengajarkan  mereka menggambar  3 dimensi dan mewarnainya. Jati pun tidak keberatan untuk berbagi ilmu kepada teman-temannya. Biasanya kegiatan berbagi ilmu dengan teman sebaya ini dilakukan saat pelajaran telah selesai dan pada jam istirahat.

Inspirasi tidak hanya didapat dari orang yang lebih dewasa, tetapi anak kecil pun bisa menjadi inspirasi.

banner

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

nisp
4 M Kepada Desa Sukaresmi Aditya Maulana Dari Waitress Hingga Hotel Manager Anggota Sarbumusi Berhak Terima Dana Pensiun 100 Juta Antara Gaya Hidup & Kesehatan Berburu Berkah Di Bulan Ramadhan bioskop cinemaxx BUDIYANTO Cikarang Ditinggal Mudik CSR Kabupaten Bekasi Dadali Hibur Anak Yatim Cikarang Daeng Muhammad Bangun Masjid Talagamanggung di Pebayuran Demokrasi Mini Ala Warga "Berlian" Faber Castell Memperluas Pabrik di MM2100 GABUNGAN OPERATOR TV KABEL INDONESIA DEKLARASI GERAKAN NASIONAL TAYANG FTA GRATIS Gema Ramadhan dan Idul Fitri LPPM Jababeka Glorious Ramadan at Mal Lippo Cikarang GROUND BREAKING MAYFAIR Estate & Parklands di Jababeka Residence Hipertensi : Masalah Serius Pada Generasi Muda Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang Santuni 100 Anak Yatim Java Palace Hotel KAMPUNG HALAMAN Kapolresta Bekasi Tinjau Kesiapan Personil Amankan Mudik 2015 Kemilau Ramadhan 2015 Jababeka Residence Kodim Kawal Kegiatan Gemar Membaca Komunitas BerbagiNasi Cikarang dan Coca-Cola Amatil Indonesia Gelar Berbagi Ceria di Bulan Ramadhan Komunitas Peduli Cikarang Peduli Yatim Piatu Dan Lingkungan LATIN NIGHT BARBECUE @ GRANDE VALORE HOTEL – JABABEKA LEBARAN MENGINAP GRATIS DI HOTEL SANTIKA CIKARANG Lippo Cikarang Serahkan Bantuan Senilai 4 Papinka Goyang Basecamp NCRadio Pemasangan Kawat Gigi Penampilan Memukau Para Siswa Berkebutuhan Khusus President Special Needs Centre (PSNC) Pencegahan Penyakit Akibat Kerja PROMO “BERKAH RAMADHAN” Hotel Santika Cikarang PSNC Siapkan Pengembangan Anak Berkebutuhan Khusus Usia Dewasa PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) PT Cameron Services International Lulus Sertifikasi OHSAS 18001:2007 & SMK3 PT Trans Jakarta Luncurkan Bus Tingkat Pariwisata Tematik Rira GreenPark Kembangkan Cluster Perkantoran Dan Pergudangan Khusus UKM Samsung Siap Produksi Ponsel dan Tablel Sebanyak 1 Juta/Bulan Sekjen Aspelindo : Pemda Harus Siapkan SDM Lokal Hadapi MEA Soft Opening Batiqa Hotel Suzuki Tambah Investasi Tasyakuran Kelulusan Siswa SDIT An Nur Angkatan Kesembilan Wisuda Ke-10 President University