Published On: Fri, Dec 9th, 2016

FANS DAN ANTIFANS

banner
Share This
Tags

Semula saya ingin  memberi judul “Pengagum dan Pembenci”. Tetapi antifans bukan pembenci. Fans juga bukan pengagum.  Ini masalah favoritisme.  Kalau ada yang suka durian, tentu ada yang tidak suka.  Sama seperti banyak yang suka pada Donald Trump, yang baru terpilih sebagai presiden Amerika. Pada saat yang sama banyak yang tidak suka dengan berbagai alasan.eka budianta

Sebentar tegang, sebentar cair, semoga selanjutnya bisa disebut dengan ringan-ringan saja.  Masalahnya, ada banyak orang merasa perlu menyebutnya dengan emosi.  Ada yang bangga berlebihan, tapi juga ada yang sinis.  Saya tidak percaya apakah ada yang benar-benar benci.  Kalau ya, biasanya hanya untuk sesaat saja. Cinta boleh abadi. Tapi benci tak usah berlama-lama.

Antifans selalu punya alasan untuk tidak suka. Sedangkan fans tidak perlu punya alasan untuk menyukai.  Senang saja, sudah cukup.  Akibatnya, seorang antifans seolah-olah lebih penting daripada seribu fans, penggemar, maupun pengagum sekalipun.  Inilah yang harus diterangkan oleh ahli psikologi massa. Nasihat mereka sederhana. Seribu teman kurang, satu musuh terlalu banyak.

Gemes Bersama

Rasa kagum sering diungkapkan dengan bertepuk-tangan sambil berdiri.  Dalam bahasa Inggris, penghargaan tepuk-tangan ini disebut “standing ovation”.  Kalau dicermati, banyak tepuk-tangan gemuruh berasal dari satu orang.  Ketika satu orang mulai memuji, berdiri dan bertepuk tangan, hadirin lain bisa ikut-ikutan berdiri dan bertepuk tangan.

Apakah hal itu berlaku pada saat ada yang marah?  Seorang marah, lalu semua orang ikut marah?  Di sini kita harus cermat.  Kita perlu dewasa.  Tidak sebaiknya kalau seorang gemes, lantas serentak semua orang ikut gemes. Memang rasa takut dan rasa gembira bisa menular.  Senyum mendatangkan senyum. Teriakan berbalas teriakan yang lebih keras.

Jadi kita perlu berhati-hati.  Semakin gemes, semakin jengkel, semakin marah, semakin perlu menahan diri.  Gembira pun demikian.  Tugas masyarakat yang paling penting, tapi sering dilupakan adalah mendewasakan diri.  Kita sadari banyak teman lebih senang spontan, ikut-ikutan, bersenang-senang dan beramai-ramai. Bisa di lapangan politik, olahraga, bahkan agama.

Belajar Mendengarkan

Satu cara yang bisa dilatih adalah belajar mendengarkan. Ini tidak hanya berlaku untuk mendengarkan masalah publik yang besar-besar.  Bukan hanya perkara agama, sosial ekonomi dan politik.  Tetapi juga untuk kepentingan pribadi.  Di dalam rumah sendiri kita sering menghadapi kemarahan, galau, protes, kejengkelan orang terdekat.  Bisa suami, isteri, anak-anak, maupun diri sendiri kalau sedang uring-uringan.

 

Apa yang bagus dilakukan kalau ada kawan apalagi saudara yang sedang marah? Salah satu cara adalah mendengarkan.  Tetapi mendengarkan itu tidak mudah.  Biasanya ada dua tujuan kalau orang berusaha mendengarkan dengan baik.

Pertama, orang mendengarkan untuk mengerti.  Kedua, orang mendengarkan untuk membantah.  Semua dilakukan dengan cermat dan sepenuh hati.  Sayangnya, lebih banyak orang mendengarkan baik-baik justru karena ingin membantah.  Ingin beragumentasi.  Kalau bisa ingin menemukan kesalahan sehingga bisa mengkritisi.

Ketiga, orang mendengarkan untuk membebaskan diri. Mungkin setengah mendengarkan saja.  Selanjutnya melarutkan diri pada perasaan dan logika yang sedang bicara.  Bisa ikut membenarkan, tapi kebanyakan ikut menyalahkan. Umumnya kita merasa benar dan nikmat bila bisa melemparkan kesalahan pada pihak yang kurang kita sukai.

Jarang sekali orang mau mendengarkan untuk memahami, apalagi untuk percaya dan memberikan empati.  Yang paling sering adalah mendengarkan karena terpaksa, atau mendengarkan sekedar berpura-pura saja. Apa lagi kalau sepanjang hari sudah teramat banyak yang mencurahkan isi hati (curhat) kepada kita.Rasanya ingin menutup telinga, atau membentak saja.

Di tanah air kita banyak terjadi pemimpin disanjung saat berkuasa, tetapi dimaki, bahkan dihujat pada saat tidak menjabat.  Bahkan pada saat cuti, pensiun, maupun sudah meninggal dunia.  Ini perlu disadari dan dicermati.  Tidak elok bila kita ikut-ikutan marah supaya tampak lebih cerdas dan kompak dengan khalayak ramai, apa pun dalihnya. ***

banner

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

nisp
4 M Kepada Desa Sukaresmi Aditya Maulana Dari Waitress Hingga Hotel Manager Anggota Sarbumusi Berhak Terima Dana Pensiun 100 Juta Antara Gaya Hidup & Kesehatan Berburu Berkah Di Bulan Ramadhan bioskop cinemaxx BUDIYANTO Cikarang Ditinggal Mudik CSR Kabupaten Bekasi Dadali Hibur Anak Yatim Cikarang Daeng Muhammad Bangun Masjid Talagamanggung di Pebayuran Demokrasi Mini Ala Warga "Berlian" Faber Castell Memperluas Pabrik di MM2100 GABUNGAN OPERATOR TV KABEL INDONESIA DEKLARASI GERAKAN NASIONAL TAYANG FTA GRATIS Gema Ramadhan dan Idul Fitri LPPM Jababeka Glorious Ramadan at Mal Lippo Cikarang GROUND BREAKING MAYFAIR Estate & Parklands di Jababeka Residence Hipertensi : Masalah Serius Pada Generasi Muda Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang Santuni 100 Anak Yatim Java Palace Hotel KAMPUNG HALAMAN Kapolresta Bekasi Tinjau Kesiapan Personil Amankan Mudik 2015 Kemilau Ramadhan 2015 Jababeka Residence Kodim Kawal Kegiatan Gemar Membaca Komunitas BerbagiNasi Cikarang dan Coca-Cola Amatil Indonesia Gelar Berbagi Ceria di Bulan Ramadhan Komunitas Peduli Cikarang Peduli Yatim Piatu Dan Lingkungan LATIN NIGHT BARBECUE @ GRANDE VALORE HOTEL – JABABEKA LEBARAN MENGINAP GRATIS DI HOTEL SANTIKA CIKARANG Lippo Cikarang Serahkan Bantuan Senilai 4 Papinka Goyang Basecamp NCRadio Pemasangan Kawat Gigi Penampilan Memukau Para Siswa Berkebutuhan Khusus President Special Needs Centre (PSNC) Pencegahan Penyakit Akibat Kerja PROMO “BERKAH RAMADHAN” Hotel Santika Cikarang PSNC Siapkan Pengembangan Anak Berkebutuhan Khusus Usia Dewasa PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) PT Cameron Services International Lulus Sertifikasi OHSAS 18001:2007 & SMK3 PT Trans Jakarta Luncurkan Bus Tingkat Pariwisata Tematik Rira GreenPark Kembangkan Cluster Perkantoran Dan Pergudangan Khusus UKM Samsung Siap Produksi Ponsel dan Tablel Sebanyak 1 Juta/Bulan Sekjen Aspelindo : Pemda Harus Siapkan SDM Lokal Hadapi MEA Soft Opening Batiqa Hotel Suzuki Tambah Investasi Tasyakuran Kelulusan Siswa SDIT An Nur Angkatan Kesembilan Wisuda Ke-10 President University