Published On: Tue, Mar 13th, 2018

GITAR BAK MAGNET PEMBELAJARAN

banner

GITAR BAK MAGNET PEMBELAJARAN

Penulis Lita Sulistyaningtyas, Guru SMP Negeri 90 Jakarta,anggota KGPBR

Hari ini, Senin, masuk materi baru di kelas 8 tentang gelombang bunyi. Belajar Hukum  Mersenne, kalau melihat pada rumusnya pasti anak-anak langsung males. Apalagi rumusnya pakai akar-akaran segala. “Kusut” langsung kepala anak-anak. Agar materi tersebut mudah diterima anak-anak (begitu biasa aku menyebut siswa ku), maka seperti biasa, seperti di sekolah lama (aku guru mutasi dan baru 2 tahun di sekolah ini) pinjam gitar sekolah dari ruang seni musik. “Ngamen bu ?” tanya seorang Ibu Guru sambil tersenyum. “Iya, maklum gaji belum turun..” jawabku santai sambil tertawa. Kemudian  aku menyiapkan lagu  enak, yang familiar dengan jiwa anak-anak.lita gitas

Bel tanda masuk pun berbunyi, dengan penuh percaya diri aku pun melangkah menuju ruang kelas di lantai 3. Bahan ajar siap, alat peraga siap dan lembar kerja siswa pun telah siap ku buat dan ku perbanyak.  Di sepanjang jalan menuju ruang kelas, banyak anak-anak siswa yang diajar oleh guru lain tampak berbisik-bisik. Akhirnya seorang siswa menghampiriku dan bertanya “Ibu, koq bawa gitar?” “Enak ya Bu diajar Ibu bisa sambil bernyanyi?!” lanjutnya. “Ngajar di kelas kita, dong Bu..?!” pinta seorang siswa. Aku tersenyum “Guru kalian juga hebat koq, lebih baik dari Ibu.”

Setibanya di kelas “Asyiiikkkk nyanyi..” teriak anak-anak. “Kita nyanyi ya Buu..” sorak-sorai anak-anak gembira menyambutku. “Oke, kita nyanyi, setelah itu kita belajar bersama tentang Hukum Mersenne yaa..” jawabku dengan senyum. Berhubung aku tidak bisa main gitar, maka aku mendaulat seorang siswa yang pandai bermain gitar.  Mulailah lagu diperdendangkan, genjrang-genjreng bunyi alunan gitar menyanyikan sebuah lagu. Tapi sebelumnyaku minta anak-anak untuk memperhatikan gerak tangan temannya yang memainkan gitar.

Anak-anak senang dan ikut bernyanyi, setelah selesai bernyanyi aku meminta seorang anak untuk menyebutkan bunyi Hukum Mersenne yang terdiri atas 4 point. Point  pertama, bahwa panjang dawai menentukan tinggi rendahnya frekuensi bunyi. Dengan menekan dawai disembarang tempat dan memetiknya anak-anak jadi tahu maksud point pertama tadi. Lalu aku minta anak lainnya untuk membuktikan bunyi hukum point kedua, bahwa tegangan dawai (kendur atau kencangnya tegangan dawai) mempengaruhi tinggi  rendahnya frekuensi bunyi. Kali ini anak tersebut ku minta untuk “menyetel” tali dawai dari kunci yang ada di ujung gitar, lalu aku minta anak untuk memetik dawai gitar dalam keadaan kendur, lalu diubah lagi dengan kondisi dawai yang kencang.

Di lanjut dengan point 3, yang menyebutkan bahwa massa jenis dawai juga mempengaruhi tinggi rendahnya frekuensi bunyi. Sekarang anak-anakku minta untuk membandingkan kondisi fisik dawai keenam dan dawai kesatu. Perbedaan fisik kedua dawai adalah bahan pembuatnya. Dawai keenam yang terdapat di barisan bagian atas terbuat dari bahan tembaga dan dawai kesatu yang berada di bagian baris bawah terbuat dari bahan nylon. Point terakhir yang ke 4, tebal tipisnya dawai juga mempengaruhi tinggi rendahnya frekuensi bunyi. Disini anak-anak aku minta untuk membandingkan bunyi dawai yang dipetik pada senar keenam dan senar kesatu. Merasakan tebal tipisnya dawai gitar dan membedakan bunyi yang dihasilkan dari masing-masing dawai.

Setelah semua point  dari Hukum Mersenne dipraktekan,  sekarang anak-anak jadi tahu mengapa dalam bermain gitar, seorang pemain gitar pencet sana pencet sini, menyusun jari jemari tangan membentuk kunci-kunci grip dalam bermain gitar. Jadi selain tahu dari ilmu seni musik tentang kunci A, F, G dan lain-lain, anak-anak juga jadi tahu dari segi fisikanya. Bahwa panjang dawai, jenis dawai dan tebal tipisnya dawai, serta kendur atau kencangnya dawai yang dipasang pada gitar mempengaruhi frekuensi bunyi yang dihasilkan..

Anak jadi tahu ketika kita menekan disalah satu dawai, sebenarnya kita sedang mengatur frekuensi bunyi yang dihasilkan dari dawai  tersebut, sehingga terciptalah nada-nada yang harmonis, lagu yang indah, nikmat untuk didengarkan.. Anak-anak juga jadi tahu, mengapa dawai pada gitar berbeda jenis dan ukurannya. Sekarang tinggal mengaplikasikan persamaan Hukum Mersenne dalam bentuk soal. Dibuatkanlah dua contoh soal yang berkaitan dengan Hukum Mersenne. aku minta dua orang anak untuk maju menyelesaikan contoh soal tersebut. Dengan memberikan bimbingan pada kedua anak tersebut, contoh soal pun selesai dikerjakan.

Pelajaran tentang Hukum Mersenne dapat terselesaikan dengan baik, siswa merasa senang. Selama proses pembelajaran berlangsung, anak-anak mengamati teman-temannya yang melakukan praktek di depan kelas. Mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Memberikan pendapat atau pun masukan dari pertanyaan yang diajukan oleh kelompok lain. Selanjutnya adalah membuat kesimpulan bersama-sama siswa. Belajar itu idealnya memang membuat siswa senang, memfasilitasi keingin tahuan anak yang sangat besar, bukan malah tegang ataupun ketakutan. Sudah bukan zamannya lagi mengajar seperti itu. Harus kita sadari, saat ini kita ada di dunia mereka, dunia anak-anak, dunia anak yang kritis yang “ingin” tahu segala hal.

Semoga terus bisa tercipta pembelajaran yang tidak hanya sekedar belajar, tapi pembelajaran yang bisa menumbuhkan kreatifitas siswa. Menciptakan ruang belajar yang dinamis, tidak monoton dan membosankan.

 

banner

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

nisp
4 M Kepada Desa Sukaresmi Aditya Maulana Dari Waitress Hingga Hotel Manager Anggota Sarbumusi Berhak Terima Dana Pensiun 100 Juta Antara Gaya Hidup & Kesehatan Berburu Berkah Di Bulan Ramadhan bioskop cinemaxx BUDIYANTO Cikarang Ditinggal Mudik CSR Kabupaten Bekasi Dadali Hibur Anak Yatim Cikarang Daeng Muhammad Bangun Masjid Talagamanggung di Pebayuran Demokrasi Mini Ala Warga "Berlian" Faber Castell Memperluas Pabrik di MM2100 GABUNGAN OPERATOR TV KABEL INDONESIA DEKLARASI GERAKAN NASIONAL TAYANG FTA GRATIS Gema Ramadhan dan Idul Fitri LPPM Jababeka Glorious Ramadan at Mal Lippo Cikarang GROUND BREAKING MAYFAIR Estate & Parklands di Jababeka Residence Hipertensi : Masalah Serius Pada Generasi Muda Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang Santuni 100 Anak Yatim Java Palace Hotel KAMPUNG HALAMAN Kapolresta Bekasi Tinjau Kesiapan Personil Amankan Mudik 2015 Kemilau Ramadhan 2015 Jababeka Residence Kodim Kawal Kegiatan Gemar Membaca Komunitas BerbagiNasi Cikarang dan Coca-Cola Amatil Indonesia Gelar Berbagi Ceria di Bulan Ramadhan Komunitas Peduli Cikarang Peduli Yatim Piatu Dan Lingkungan LATIN NIGHT BARBECUE @ GRANDE VALORE HOTEL – JABABEKA LEBARAN MENGINAP GRATIS DI HOTEL SANTIKA CIKARANG Lippo Cikarang Serahkan Bantuan Senilai 4 Papinka Goyang Basecamp NCRadio Pemasangan Kawat Gigi Penampilan Memukau Para Siswa Berkebutuhan Khusus President Special Needs Centre (PSNC) Pencegahan Penyakit Akibat Kerja PROMO “BERKAH RAMADHAN” Hotel Santika Cikarang PSNC Siapkan Pengembangan Anak Berkebutuhan Khusus Usia Dewasa PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) PT Cameron Services International Lulus Sertifikasi OHSAS 18001:2007 & SMK3 PT Trans Jakarta Luncurkan Bus Tingkat Pariwisata Tematik Rira GreenPark Kembangkan Cluster Perkantoran Dan Pergudangan Khusus UKM Samsung Siap Produksi Ponsel dan Tablel Sebanyak 1 Juta/Bulan Sekjen Aspelindo : Pemda Harus Siapkan SDM Lokal Hadapi MEA Soft Opening Batiqa Hotel Suzuki Tambah Investasi Tasyakuran Kelulusan Siswa SDIT An Nur Angkatan Kesembilan Wisuda Ke-10 President University