Published On: Sat, May 6th, 2017

Ingin Survive di Australia, Belajarlah Dari Debby

banner

Debrita Bianca Sandra, biasa disapa Debby adalah contoh gadis muda pemberani yang mampu survive di kota Melbourne Australia tanpa bantuan siapa pun. Alumni President University lulusan tahun 2010 jurusan Marketing ini hijrah ke negeri Kanguru pada tahun 2013. Berbagai pekerjaan dijalaninya dengan enjoy, dari sales promotion, kasir hingga akhirnya menjadi guest manager di Mono Apartments. Bahkan gadis kelahiran Jakarta 28 tahun lalu ini memiliki bisnis sendiri di bidang privat event.debby alumni pu

Kemandirian anak kedua dari 3 bersaudara ini tidak lepas dari filosofi hidup yang dipegangnya, yaitu “Lebih baik berdiri susah payah dengan kaki sendiri, daripada tergantung dengan orang lain.” Itu semua Debby lakukan karena memiliki keberanian dan kenekatan, tetapi harus disertai dengan kreatifitas dan relationship. Kemampuannya membangun relationship sudah ada sejak kuliah di President University dengan mengikuti banyak sekali lomba mewakili kampus. Semakin terasah, ketika magang di PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko, dengan sang mentor Agus H. Canny selaku Direktur Marketing. “Pak Agus banyak mengajarkan saya bagaimana menghadapi orang. Dia itu lumayan galak, tetapi sebenarnya galakkan aku,” ujar Debby sambil tertawa.

Setelah lulus, Debby diterima kerja sebagai Event Manager di Beladona Group pada tahun 2010. Namun karena ingin kebebasan, gadis yang mengaku cerewet ini  memutuskan kerja sendiri  sebagai event director. “Saya buat event orang, mengerjakan dari A-Z.  Berkeliling ke mana-mana, seperti ke Singapura, Hongkong, Bali, Solo dan banyak tempat. Tapi saya belum puas, karena masih berputar di Asia. Akhirnya saya putuskan pindah ke Melbourne,” ungkap Debby.

Awal-awal di Australia, berbagai pekerjaan dijalaninya, karena belum kenal siapa-siapa di sana. “Saya kerjanya amburadul, dari sales promotion hingga kasir restoran. Dari sini kenal banyak orang karena saya ini cerewet. Berhubung marketing saya bagus, customer service juga bagus, ada customer yang menyarankan saya buat usaha sendiri, maka saya bikin job service representative, dan klien pertama saya adalah airbnb, menangani anak cabangnya di Melbourne tahun 2015,” ungkap Debby yang kalau pagi hingga sore kerja kantoran, dan malamnya kerja di restoran.

Meski di restoran  jabatannya naik ke Chef Manager, akhirnya Debby putuskan fokus kerja di airbnb. “Saya itu orangnya tidak bisa diam, maka hari Sabtu dan Minggu saya buat privat event, seperti anniversary, perayaan natal, weeding,  lounge meeting  dan lain-lain. Saya suka ngobrol sama orang, maka kalau kita dikenal baik, ada saja yang kasih project ke saya,” ujar Debby, yang memiliki client rata-rata orang Australia. Mereka mengira Debby lahir di Australia karena menilai bahasa Inggrisnya bagus. Padahal saat kuliah di President University, ada yang bilang bahasa Inggrisnya Jelek.

Klien untuk privat event yang banyak ditangani Debby lebih ke personal, karena untuk masuk ke institusi harus punya sertifikat atau lisensi, dan aturannya sangat ketat di Australia. “Agar bisa survive maka saya harus low profile, terpenting banyak orang kenal dulu kita, bagaimana cara kerjanya, artinya bangun imej dulu,” ujar Debby sambil berkelakar, jika ke Melbourne tinggal sebut Mono Apartment dan sebut nama Debby  pasti banyak yang tahun.

Saat ini Debby menjadi Guest Manager di Mono Apartments, salah satu apartemen yang dimiliki airbnb. Dia sudah sangat enjoy di sana dengan mempunyai rumah sendiri. Bahkan sedang dekat dengan orang lokal sana. Dan targetnya adalah memiliki restoran sendiri, untuk meyalurkan hobinya memasak, terutama membuat kue.  Meski Debby sudah sukses di Australia, namun dia tidak akan lupa Indonesia, tanah kelahirannya.

banner

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

nisp
4 M Kepada Desa Sukaresmi Aditya Maulana Dari Waitress Hingga Hotel Manager Anggota Sarbumusi Berhak Terima Dana Pensiun 100 Juta Antara Gaya Hidup & Kesehatan Berburu Berkah Di Bulan Ramadhan bioskop cinemaxx BUDIYANTO Cikarang Ditinggal Mudik CSR Kabupaten Bekasi Dadali Hibur Anak Yatim Cikarang Daeng Muhammad Bangun Masjid Talagamanggung di Pebayuran Demokrasi Mini Ala Warga "Berlian" Faber Castell Memperluas Pabrik di MM2100 GABUNGAN OPERATOR TV KABEL INDONESIA DEKLARASI GERAKAN NASIONAL TAYANG FTA GRATIS Gema Ramadhan dan Idul Fitri LPPM Jababeka Glorious Ramadan at Mal Lippo Cikarang GROUND BREAKING MAYFAIR Estate & Parklands di Jababeka Residence Hipertensi : Masalah Serius Pada Generasi Muda Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang Santuni 100 Anak Yatim Java Palace Hotel KAMPUNG HALAMAN Kapolresta Bekasi Tinjau Kesiapan Personil Amankan Mudik 2015 Kemilau Ramadhan 2015 Jababeka Residence Kodim Kawal Kegiatan Gemar Membaca Komunitas BerbagiNasi Cikarang dan Coca-Cola Amatil Indonesia Gelar Berbagi Ceria di Bulan Ramadhan Komunitas Peduli Cikarang Peduli Yatim Piatu Dan Lingkungan LATIN NIGHT BARBECUE @ GRANDE VALORE HOTEL – JABABEKA LEBARAN MENGINAP GRATIS DI HOTEL SANTIKA CIKARANG Lippo Cikarang Serahkan Bantuan Senilai 4 Papinka Goyang Basecamp NCRadio Pemasangan Kawat Gigi Penampilan Memukau Para Siswa Berkebutuhan Khusus President Special Needs Centre (PSNC) Pencegahan Penyakit Akibat Kerja PROMO “BERKAH RAMADHAN” Hotel Santika Cikarang PSNC Siapkan Pengembangan Anak Berkebutuhan Khusus Usia Dewasa PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) PT Cameron Services International Lulus Sertifikasi OHSAS 18001:2007 & SMK3 PT Trans Jakarta Luncurkan Bus Tingkat Pariwisata Tematik Rira GreenPark Kembangkan Cluster Perkantoran Dan Pergudangan Khusus UKM Samsung Siap Produksi Ponsel dan Tablel Sebanyak 1 Juta/Bulan Sekjen Aspelindo : Pemda Harus Siapkan SDM Lokal Hadapi MEA Soft Opening Batiqa Hotel Suzuki Tambah Investasi Tasyakuran Kelulusan Siswa SDIT An Nur Angkatan Kesembilan Wisuda Ke-10 President University