Published On: Fri, Apr 29th, 2016

MASYARAKAT SIPIL HARUS AKTIF DALAM DERADIKALISASI

banner

Kematian terduga teroris Siyono saat ditahan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri terus menjadi sorotan publik. Tindakan aparat yang represif kepada para ‘terduga’ teroris dianggap tidak humanis sehingga cara lain penanganan terorisme dan radikalisme perlu dirumuskan. Menjadi relevan bagi Fakultas Humaniora President University menyelenggarakan Seminar dan Bedah Buku “Peran Masyarakat Sipil Indonesia Membendung Radikalisme: Deradikalisasi” karangan Dr. Muhammad AS Hikam, MA pada 28 April 2016 di Auditorium President University, Cikarang. bedah buku Deradikalisasi

Seminar multidisipliner ini menghadirkan para pakar hubungan internasional, komunikasi, dan hukum. Prof. A.A. Banyu Perwita (Dosen HI Presuniv), Dindin Dimyati (Pakar Komunikasi Antarbudaya), dan Fennieka Kristianto (Praktisi Hukum) menjadi pembicara dalam bedah buku ini.

Hikam mengangkat isu radikalisme yang semakin ramai serta peran aktif masyarakat sipil Indonesia (MSI) sebagai kekuatan penting dalam proses deradikalisasi. Dalam sambutannya, ia menyatakan bahwa pemberantasan terorisme hanya bersifat sementara dan peran masyarakat sipil penting dalam memberantas terorisme.

“Meskipun pendekatan kekuatan keras (hard power) untuk penegakan hukum telah menunjukkan hasil yang diakui oleh komunitas internasional dan masyarakat Indonesia, tapi juga harus dilengkapi dengan pendekatan lunak (soft power). Hal ini secara khusus dapat dilakukan melalui program deradikalisasi yang dikembangkan dan disosialisasikan secara luas dan inklusif kepada masyarakat sipil,” ungkap Hikam.

Buku Deradikalisasi secara komprehensif menganalisis potensi ancaman yang dihadapi oleh NKRI yang bersumber dari ideologi-ideologi radikal. Tidak kalah penting, Hikam dalam bukunya juga merekomendasikan upaya penanggulangan radikalisme melalui pendekatan budaya dan peran aktif masyarakat sipil dalam membendung radikalisme.

“Karya Pak Hikam ini sangat relevan dan tepat dengan kondisi Indonesia saat ini, bahkan sangat relevan dengan situasi global. Ketika menangani terorisme, tindakan militer bukanlah satu-satunya cara deradikalisasi. Upaya deradikalisasi adalah instrumen antiterorisme, sementara upaya militer merupakan bentuk perlawanan terhadap terorisme (counter-terorism). Menangkal radikalisme membutuhkan sinergi interdisipliner dari bidang psikologi, budaya, hingga politik. Dan saat ini, peran masyarakat sipil sangat penting untuk mengurangi dampak radikalisme,” kata Banyu, salah satu pembedah buku.

Buku ini memberikan sumbangan pemikiran terhadap penanggulangan radikalisme dan terorisme, khususnya di Indonesia. Diharapkan, buku ini dapat menjadi rujukan bagi para praktisi, akademisi, dan terutama  Pemerintah yang sedang menghadapi isu-isu radikalisme dan terorisme di Indonesia.

Acara bedah buku ini mengundang berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, dosen, praktisi, aparat kepolisian dan TNI, serta perwakilan Pemerintah Daerah.

Muhammad AS Hikam adalah pengajar aktif di President University, Sekolah Tinggi Intelijen Negara, Seko TNI, dan Universitas Pertahanan. Hikam lahir di Tuban tanggal 26 April 1958 mendapatkan gelar sarjana di bidang Sastra Arab  dari Universitas Gajah Mada pada tahun 1981. Ia kemudian melanjutkan studi S2 di Universitas Hawai dan mendapatkan dua gelar MA di bidang komunikasi (1987) dan ilmu politik (1994), serta menyelesaikan program doktoral di bidang ilmu politik pada tahun 1995. Hikam pernah menjabat Menteri Riset dan Teknologi RI (1999-2001), Kepala BPPT (1999-2001), anggota DPR-RI Fraksi PKB (2004-2007), anggota dan Ketua DAS-BIN (2010-2015).

banner

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

nisp
4 M Kepada Desa Sukaresmi Aditya Maulana Dari Waitress Hingga Hotel Manager Anggota Sarbumusi Berhak Terima Dana Pensiun 100 Juta Antara Gaya Hidup & Kesehatan Berburu Berkah Di Bulan Ramadhan bioskop cinemaxx BUDIYANTO Cikarang Ditinggal Mudik CSR Kabupaten Bekasi Dadali Hibur Anak Yatim Cikarang Daeng Muhammad Bangun Masjid Talagamanggung di Pebayuran Demokrasi Mini Ala Warga "Berlian" Faber Castell Memperluas Pabrik di MM2100 GABUNGAN OPERATOR TV KABEL INDONESIA DEKLARASI GERAKAN NASIONAL TAYANG FTA GRATIS Gema Ramadhan dan Idul Fitri LPPM Jababeka Glorious Ramadan at Mal Lippo Cikarang GROUND BREAKING MAYFAIR Estate & Parklands di Jababeka Residence Hipertensi : Masalah Serius Pada Generasi Muda Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang Santuni 100 Anak Yatim Java Palace Hotel KAMPUNG HALAMAN Kapolresta Bekasi Tinjau Kesiapan Personil Amankan Mudik 2015 Kemilau Ramadhan 2015 Jababeka Residence Kodim Kawal Kegiatan Gemar Membaca Komunitas BerbagiNasi Cikarang dan Coca-Cola Amatil Indonesia Gelar Berbagi Ceria di Bulan Ramadhan Komunitas Peduli Cikarang Peduli Yatim Piatu Dan Lingkungan LATIN NIGHT BARBECUE @ GRANDE VALORE HOTEL – JABABEKA LEBARAN MENGINAP GRATIS DI HOTEL SANTIKA CIKARANG Lippo Cikarang Serahkan Bantuan Senilai 4 Papinka Goyang Basecamp NCRadio Pemasangan Kawat Gigi Penampilan Memukau Para Siswa Berkebutuhan Khusus President Special Needs Centre (PSNC) Pencegahan Penyakit Akibat Kerja PROMO “BERKAH RAMADHAN” Hotel Santika Cikarang PSNC Siapkan Pengembangan Anak Berkebutuhan Khusus Usia Dewasa PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) PT Cameron Services International Lulus Sertifikasi OHSAS 18001:2007 & SMK3 PT Trans Jakarta Luncurkan Bus Tingkat Pariwisata Tematik Rira GreenPark Kembangkan Cluster Perkantoran Dan Pergudangan Khusus UKM Samsung Siap Produksi Ponsel dan Tablel Sebanyak 1 Juta/Bulan Sekjen Aspelindo : Pemda Harus Siapkan SDM Lokal Hadapi MEA Soft Opening Batiqa Hotel Suzuki Tambah Investasi Tasyakuran Kelulusan Siswa SDIT An Nur Angkatan Kesembilan Wisuda Ke-10 President University