Published On: Tue, Sep 1st, 2015

MENUNJANG EKONOMI KREATIF

banner

Ketika dolar AS melambung dari Rp 13.000 per dolar menjadi Rp14.000,- sebuah stasiun televisi swasta mewawancarai pengrajin tempurung. Kabarnya mereka mendapat berkah yang besar dari ekspor kerajinan batok kelapa itu. Pesanan melonjak, beberapa kontainer dikirim ke Hawaii.eka budianta

“Barang-barang kerajinan kita dirasakan murah, kualitasnya bagus dan bisa diorder kapan saja,” kata seorang eksportir pernak-pernik limbah kelapa itu. Ada tempat sabun dari tempurung. Ada juga peralatan dapur termasuk sendok sayur, centong nasi, gayung, cangkir, tatakan makan – semua terbuat dari batok kelapa.

Bahannya berlimpah di seluruh tanah rayuan pulau kelapa. Bisa didatangkan dari dusun Ranah Minang , sampai ke kota-kota di Minahasa – yang terkenal sebagai Bumi Nyiur Melambai. Lagi pula, bahan industri itu pada awalnya limbah yang tak seberapa nilainya. Tetapi berkat kreativitas dan keuletan, kini menjadi pendorong ekonomi. Bisa diekspor, mendatangkan devisa.

Banyak contoh lain yang bisa dicatat. Dari limbah kelapa saja ada air untuk bahan nata de coco, tempurung untuk kerajinan dan sabut untuk jok kursi mobil Mercedez Benz. Limbah alami maupun limbah industri dengan sentuhan kreativitas menjadi sumber penghidupan dan menunjang perekonomian warga, bahkan di saat lesunya ekonomi dunia.

Itukah ekonomi kreatif? Boleh dikatakan ya meskipun kecil. Tetapi yang jauh lebih besar dan memang memerlukan kreativitas prima adalah produk-produk seni pertunjukan dan penulisan buku. Tentu, seni rupa dan patung termasuk soko guru perekonomian kreatif. Kita melihat sendiri bagaimana Pulau Bali semarak dengan penjualan karya-karya seni di berbagai galeri.

Bakat bangsa ini sangat besar dalam menciptakan berbagai kerajinan dan kesenian. Tantangannya bagaimana melipatgandakan produksi dan penghasilannya. Jepang dan Korea sukses besar sebagai eksportir musik. India dan Amerika membanjiri dunia dengan film-filmnya. Inggris, Perancis, Jerman juga begitu. Bahkan bahasa menjadi komoditi. Kita sering mendengar ekspor terbesar Inggris di bumi ini adalah bahasanya.

Dengan bahasa bangsa dan negaranya memperoleh berbagai kemudahan dan sumber penghidupan yang tak habis-habisnya. Dapatkah kita belajar dan meraup rejeki dari bahasa Indonesia yang dijual ke luar negeri dalam bentuk karya sastra dan aneka buku?

Bulan Oktober 2015 puluhan pengarang Indonesia akan menawarkan karya-karya mereka di Pasar Buku Frankfurt, yang memang tersohor sebagai ajang industri perbukuan dunia. Pertanyaannya, akan cukup tangguh kah para penulis kita? Sudah kuatkah industri kreatif kita di bidang bahasa?

Kalau belum, perlu ada cara dan langkah-langkah untuk membangunnya. Berbeda dengan industri limbah kelapa, kreativitas berbahasa kita terbuka untuk semua umur, semua orang. Bahan bakunya tidak perlu dikumpulkan dari kupasan kopra, tapi dari jiwa dan pikiran setiap warga negara.

Tetapi proses untuk meningkatkan produksi dan kualitas seni bahasa itu tidak kurang rumitnya dibanding Industri kreatif apapun. Kreativitas berbahasa perlu buku, guru, percetakan, perpustakaan dan balai-balai pengajaran bahasa yang baik dan kreatif.
Kota sebaru Jababeka dan Cikarang tidak boleh menyia-nyiakan peluang industri kreatif yang satu ini. Lebih dari itu, memang sudah dipersiapkan yang paling ujung dan paling besar sebagai turunan dari kreativitas menulis, yaitu membuat film.
Dalam konteks inilah kita menyambut baik pengembangan Movie Land. Puncak industri kreatif itu memang ditunggu dari produk video dan film. Semoga warga di mana pun menyiapkan diri untuk mengambil bagian dalam pembangunan ekonomi kreatif ini. ***

banner

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

nisp
4 M Kepada Desa Sukaresmi Aditya Maulana Dari Waitress Hingga Hotel Manager Anggota Sarbumusi Berhak Terima Dana Pensiun 100 Juta Antara Gaya Hidup & Kesehatan Berburu Berkah Di Bulan Ramadhan bioskop cinemaxx BUDIYANTO Cikarang Ditinggal Mudik CSR Kabupaten Bekasi Dadali Hibur Anak Yatim Cikarang Daeng Muhammad Bangun Masjid Talagamanggung di Pebayuran Demokrasi Mini Ala Warga "Berlian" Faber Castell Memperluas Pabrik di MM2100 GABUNGAN OPERATOR TV KABEL INDONESIA DEKLARASI GERAKAN NASIONAL TAYANG FTA GRATIS Gema Ramadhan dan Idul Fitri LPPM Jababeka Glorious Ramadan at Mal Lippo Cikarang GROUND BREAKING MAYFAIR Estate & Parklands di Jababeka Residence Hipertensi : Masalah Serius Pada Generasi Muda Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang Santuni 100 Anak Yatim Java Palace Hotel KAMPUNG HALAMAN Kapolresta Bekasi Tinjau Kesiapan Personil Amankan Mudik 2015 Kemilau Ramadhan 2015 Jababeka Residence Kodim Kawal Kegiatan Gemar Membaca Komunitas BerbagiNasi Cikarang dan Coca-Cola Amatil Indonesia Gelar Berbagi Ceria di Bulan Ramadhan Komunitas Peduli Cikarang Peduli Yatim Piatu Dan Lingkungan LATIN NIGHT BARBECUE @ GRANDE VALORE HOTEL – JABABEKA LEBARAN MENGINAP GRATIS DI HOTEL SANTIKA CIKARANG Lippo Cikarang Serahkan Bantuan Senilai 4 Papinka Goyang Basecamp NCRadio Pemasangan Kawat Gigi Penampilan Memukau Para Siswa Berkebutuhan Khusus President Special Needs Centre (PSNC) Pencegahan Penyakit Akibat Kerja PROMO “BERKAH RAMADHAN” Hotel Santika Cikarang PSNC Siapkan Pengembangan Anak Berkebutuhan Khusus Usia Dewasa PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) PT Cameron Services International Lulus Sertifikasi OHSAS 18001:2007 & SMK3 PT Trans Jakarta Luncurkan Bus Tingkat Pariwisata Tematik Rira GreenPark Kembangkan Cluster Perkantoran Dan Pergudangan Khusus UKM Samsung Siap Produksi Ponsel dan Tablel Sebanyak 1 Juta/Bulan Sekjen Aspelindo : Pemda Harus Siapkan SDM Lokal Hadapi MEA Soft Opening Batiqa Hotel Suzuki Tambah Investasi Tasyakuran Kelulusan Siswa SDIT An Nur Angkatan Kesembilan Wisuda Ke-10 President University