Published On: Wed, Aug 3rd, 2016

PEKERJAAN BARU

banner

Bisakah kita bekerja dengan merdeka dan merdeka untuk bekerja? Pada tanggal 27 Juli 2016, Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle kabinet. Sembilan menteri baru dan tiga lagi berganti posisi.  Menteri perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan semula termasuk paling top.  Eh, hari itu juga diganti wajah baru sama sekali.  Demikian juga Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Sudirman Said.eka budianta

Tiba-tiba saja kita sadar betapa fana sebuah jabatan.  Sehari sebelumnya bisa berkuasa, sebagai menteri yang masyur dan dihormati.  Keesokan harinya tidak lagi menjabat. Setelah itu akan dilupakan.  Mungkin ada yang terus populer, tapi banyak yang segera hilang dari peredaran. Padahal, selama duduk di pemerintahan namanya berkibar-kibar, semangatnya berkobar-kobar.  Seluruh dunia harus mengenal dan membaca surat edarannya.

Setiap kali terjadi pergantian pejabat, renungan pada putaran nasib berseliweran.  Ada yang mengulas kesuksesan.  Ada pula yang mempertanyakan “apa salahnya, sehingga diganti.”  Beberapa orang terdekat saya juga menyatakan heran, bagaimana Presiden bisa begitu cermat dan cepat mencari penggantinya.  Satu di antaranya adalah memanggil pulang Archandra Tahar, untuk menjadi menteri ESDM yang baru.  Padahal sebelumnya Archandra sudah sukses dengan kedudukan penting dan 20 tahun bermukim di Amerika Serikat.

Menteri Keuangan pun datang dari Amerika.  Sri Mulyani Indrawati, diminta pulang dari Washington DC.  Ada juga yang dicomot dari partai.  Misalnya Erlangga Hartarto – yang dibanggakan oleh Golongan Karya.  Tiba-tiba politisi itu menjadi Menteri Perindustrian.  Jelas ia mulai karir baru, mendapat pekerjaan baru.

 

Merdeka Bekerja

Kalau seorang menteri dicopot dari jabatannya, media massa mengulasnya.  Tapi kalau seorang pembantu rumah tangga kawakan diganti tenaga baru, di mana kita bisa membaca beritanya?  Kita tidak mendapat kabar, kecuali bila terjadi hal-hal istimewa.  Setiap hari ada supir dipecat dan diganti.  Setiap saat ada pelayan, perawat anak, pengasuh orang tua, juru masak, supir, satpam yang “diresafel” – ganti-posisi tugas.  Tetapi tentu tidak menjadi berita, seheboh presiden meresafel kabinetnya.

Pertanyaan kita sama: bagaimana perasaan orang yang mendadak kehilangan jabatan atau pekerjaannya?  Apakah masih ada harapan bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik ketimbang yang ditinggalkan?  Jawabnya terpulang pada nasib, pada kapasitas, kompetensi dan kesempatan yang bersangkutan.

Ganti pekerjaan bisa disyukuri.  Tapi bisa juga disesalkan. Rina, seorang gadis manis dulu bekerja media perempuan terkemuka.  Tiba-tiba pindah ke agen wisata.  Lalu menjadi administratur sebuah penginapan.  Pekan lalu ia pindah pekerjaan lagi, menjadi sopir taksi.  Begitu sering, begitu cepat dan begitu senang dia meresafel diri sendiri.

Tentu kita tidak tahu bagaimana gejolak hatinya.  Kita hanya membaca, Rina pasti bekerja dengan merdeka.  Selama lima tahun saya mengenalnya, dia pindah empat kali.  Termasuk satu di antaranya ketika dia menyatakan bosan bekerja di sebuah BUMN – badan usaha milik negara. Sekali lagi, kita tidak mendengar gadis berjiwa bebas itu menderita “post power syndrome”.  Tidak ada guncangan akibat perubahan mendadak dan hilangnya jabatan.

Bagaimana kalau hal itu terjadi pada anda?  Kita sering mendengar pegawai, manajer, bahkan direktur menjadi frustrasi lantaran kehilangan pekerjaan. Berulang-ulang ada kasus demonstrasi menolak pemutusan hubungan kerja (PHK).  Apakah para menteri yang mendadak kehilangan posisinya juga akan berdemo?

Saya pikir tidak,  mungkin Rizal Ramli, mantan Menteri Koordinator Kemaritiman ini akan kembali menjadi kritikus pembangunan. Mungkin juga pembantu rumah tangga yang dibebas tugaskan hari itu (27 Juli) akan memanfaatkan uang pesangon untuk membuka toko.  Mungkin juga susah mencari pekerjaan baru.  Saya ingat seorang sahabat yang menjadi bupati mendadak sengit kalau ditanya “Sehabis masa jabatan mau kerja apa?”

“Oh, banyak sekali.  Sehabis ini bermacam kegiatan baru sudah menunggu.

Betulkah demikian?  Sebaiknya kita tanya pada jiwa yang merdeka.  Apakah anda menyimpan jiwa yang bebas leluasa?  Kalau ya, maka tak ada masalah bagi anda apakah akan bekerja seumur hidup di sebuah kamar. Tapi bisa juga leluasa, apakah besok masih punya profesi sama dengan sekarang?

Kita hanya memerlukan kemerdekaan.  Bekerja itu harus dilakukan supaya kita merasa merdeka. Bekerja berarti menjalani proses kemerdekaan pribadi maupun kolektif.  Kita tidak usah takut kehilangan pekerjaan apalagi harus bersembunyi.

Sudah saatnya bangsa Indonesia paham proses hidupnya.  Bangsa Indonesia sedang berkonsentrasi untuk membangun jaman yang lebih baik. Perlakukan pada warga negara yang bekerja keras akan menunjukkan bahwa bangsa ini semakin dewasa. Kita tidak boleh lupa, kemajuan bangsa ada di tangan rakyatnya.  Kalau rakyat bisa bekerja dengan merdeka, apa pun yang dijalani akan berakibat baik bagi orang lain.

Yang kita harapkan, pergantian pekerjaan pada level mana pun hendaknya berlangsung dengan suka-cita.  Mengapa? Sebab kita merdeka untuk bekerja, dan bekerja untuk merdeka.***

banner

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

nisp
4 M Kepada Desa Sukaresmi Aditya Maulana Dari Waitress Hingga Hotel Manager Anggota Sarbumusi Berhak Terima Dana Pensiun 100 Juta Antara Gaya Hidup & Kesehatan Berburu Berkah Di Bulan Ramadhan bioskop cinemaxx BUDIYANTO Cikarang Ditinggal Mudik CSR Kabupaten Bekasi Dadali Hibur Anak Yatim Cikarang Daeng Muhammad Bangun Masjid Talagamanggung di Pebayuran Demokrasi Mini Ala Warga "Berlian" Faber Castell Memperluas Pabrik di MM2100 GABUNGAN OPERATOR TV KABEL INDONESIA DEKLARASI GERAKAN NASIONAL TAYANG FTA GRATIS Gema Ramadhan dan Idul Fitri LPPM Jababeka Glorious Ramadan at Mal Lippo Cikarang GROUND BREAKING MAYFAIR Estate & Parklands di Jababeka Residence Hipertensi : Masalah Serius Pada Generasi Muda Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang Santuni 100 Anak Yatim Java Palace Hotel KAMPUNG HALAMAN Kapolresta Bekasi Tinjau Kesiapan Personil Amankan Mudik 2015 Kemilau Ramadhan 2015 Jababeka Residence Kodim Kawal Kegiatan Gemar Membaca Komunitas BerbagiNasi Cikarang dan Coca-Cola Amatil Indonesia Gelar Berbagi Ceria di Bulan Ramadhan Komunitas Peduli Cikarang Peduli Yatim Piatu Dan Lingkungan LATIN NIGHT BARBECUE @ GRANDE VALORE HOTEL – JABABEKA LEBARAN MENGINAP GRATIS DI HOTEL SANTIKA CIKARANG Lippo Cikarang Serahkan Bantuan Senilai 4 Papinka Goyang Basecamp NCRadio Pemasangan Kawat Gigi Penampilan Memukau Para Siswa Berkebutuhan Khusus President Special Needs Centre (PSNC) Pencegahan Penyakit Akibat Kerja PROMO “BERKAH RAMADHAN” Hotel Santika Cikarang PSNC Siapkan Pengembangan Anak Berkebutuhan Khusus Usia Dewasa PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) PT Cameron Services International Lulus Sertifikasi OHSAS 18001:2007 & SMK3 PT Trans Jakarta Luncurkan Bus Tingkat Pariwisata Tematik Rira GreenPark Kembangkan Cluster Perkantoran Dan Pergudangan Khusus UKM Samsung Siap Produksi Ponsel dan Tablel Sebanyak 1 Juta/Bulan Sekjen Aspelindo : Pemda Harus Siapkan SDM Lokal Hadapi MEA Soft Opening Batiqa Hotel Suzuki Tambah Investasi Tasyakuran Kelulusan Siswa SDIT An Nur Angkatan Kesembilan Wisuda Ke-10 President University