Published On: Fri, Apr 20th, 2018

Perjalanan Panjang Menuju Cita

banner

Perjalanan Panjang Menuju Cita

Oleh: Wahyudin* Pengawas Kemenag dan Penasehat KGPBR

Setiap jalan pasti berliku. Tidak ada yang lurus dan terbebas dari kerikil tajam. Kondisi itulah menambah dinamika dalam menggapai cita. Begitu pula dalam mendidik anak pasti akan mengalami liku-liku problematika yang ditempuh.Wahyudin
Judul tulisan ini terinspirasi saat anak saya, Irham Wahyu Muzakki, Si Bungsu yang baru saja masuk di sebuah Pesantren di daerah Subang. Allah SWT mengujinya dengan deraan sakit yang serius. Episode ujian di mulai, saat saya Rapat Koordinasi bersama Kelompok Kerja Pengawas Pendidikan Agama Islam Jawa Barat di Sekitar Bumi Perkemahan Jatinangor Sumedang.
Secepat kilat langsung menuju Subang, untuk menjemputnya. Kembali ke rumah untuk menjalani ujian sakit tersebut. Hari demi hari dilalui. Puncaknya Sabtu 14 Oktober 2017, Dokter menetapkan hasil diagnosanya Appendicitis Acute (Usus Buntu) dan harus segera dioperasi. Bagai petir menyambar di siang hari. Itulah realitas kehidupan yang harus dijalani. Awalnya hampir tidak percaya. Tetapi setelah disadari, itulah taqdir Allah SWT. Sebuah keyakinan, Allah SWT menguji hambanya pasti sesuai dengan kesanggupan. Selaras dengan Pesan Allah SWT :”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”.(QS. Al-Baqoroh [2] : 286). Pesan Allah inilah yang membangkitkan spirit saya memotivasi si Bungsu untuk terus semangat sembuh dari sakitnya. Sehingga bisa melanjutkan pendidikan di pesantren.
Ketika operasi berlangsung, tak terasa air mata ini mengalir deras. Andai bisa ditukar, saya siap menggantikan sakit putra saya pada saat itu. Bagi saya sebagai orang tua, ini proses menuju cita-cita anak untuk tetap melanjutkan pendidikan di pesantren. Karena semuanya “nyantri” pada realitas kehidupan.
Banyak kendala dan ujian akan dilalui. Sakit yang membutuhkan kesabaran tingkat tinggi. Proses antar jemput ke pesantren, juga merupakan dinamika yang harus ditapaki. Bahkan, sering anak merengek untuk diproteksi, seakan kehidupan pesantren menjadi tempat mencekam, lokasi terisolir, serta tempat memisahkan dan menjauhkan anak dari keramaian serta istilah lainnya yang membuat anak tidak kerasan menetap di pesantren. Padahal ini semua, bagian dari perjuangan menatap cita masa depan. Menahan kesenangan sesaat untuk menuai kesuksesan di masa akan datang.
Waktu belajar menjadi sebuah pertaruhan. Antara nikmat hari ini dengan membiarkan anak berleha-leha tidak diikat dengan suasana belajar. Selalu teringat pesan Almarhum Babah M. Syawaludin sering mengatakan: ” lebih baik melihat anak kita hari ini menangis dan merasa susah, karena kita perintahkan untuk shalat, mengaji Al-Quran, belajar kitab dengan intens dan berbakti kepada orang tua, dari pada nanti saat kita di usia senja kita menangis melihat anak-anak kita tidak beradab, tidak shalat, tidak bisa mengaji, tidak berbakti kepada kedua orang tua”.
Bahkan kita semua harus berprinsip, biarlah anak saat ini menahan kebahagiaan karena tidak bermain gadget, tidak terbuai asyik dengan _game online_-nya, namun mereka setiap saat membaca Al-Qur’an, mengaji kitab dan menghafal Al-Qur’an dan Al-Hadits. Sehingga di saat dewasa nanti memiliki bekal cukup dan menjadi ulul albab, siap menggapai cita menjadi sosok insan beriman, berilmu dan beramal shaleh. Generasi tangguh mampu berkompetisi di dunia global, siap menjadi generasi emas. Bukankah generasi berkarakter merupakan harapan kita semua?
Untuk mencapai harapan tersebut dibutuhkan beberapa manajemen yang harus diajarkan kepada anak dan generasi kita mendatang:
Pertama, manajemen waktu. Sangat bermakna kita ajarkan kepada generasi sekarang untuk menghargai waktu. Betapa pentingnya waktu bagi kehidupan, sehingga Allah SWT mengingatkan untuk memelihara waktu dengan kalimat ” qosam” atau sumpah: Demi waktu, demi waktu malam dan siang, demi waktu dhuha, demi waktu fajar dan lainnya. Bukankah setiap orang disajikan Allah SWT sehari semalam 24 jam? Realitasnya, banyak orang yang sukses dan ada pula yang gagal. Banyak orang berilmu dan banyak yang tidak beranjak hidupnya dari kebodohan. Di sini kian jelas, kata kuncinya pemanfaatan waktu.
Kedua, manajemen keseimbangan kehidupan, artinya generasi sekarang kita arahkan bahwa kehidupan ini harus _balance_, orientasinya duniawi dan ukhrawi. Tidak ada kehidupan duniawi yang abadi, semuanya sementara dan rusak. Bagaikan fatamorgana. Dari jauh tampak indah, tetapi saat didekati keindahan itu relatif.
Ukhrawi menjadi prioritas untuk dijadikan target kebahagiaan. Karena kehidupan akhirat lah menjadi harapan akhir, di mana manusia akan kekal abadi. Hal ini menjadi catatan penting bagi generasi ke depan.
Perjalanan panjang akan dilalui oleh setiap insan. Kehidupan pasti berlangsung sangat variatif. Ada suka terkadang duka, bahagia dan menderita serta ada sehat juga sakit. Dinamika inilah membuat seseorang dewasa dan tangguh dalam menapaki hidup. Sebuah cita akan diraih, saat dikolaborasi antara ikhtiar dan doa. Insya Allah semua problematika hidup ada solusi terbaik.
_Wallahu ‘Alam_

banner

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

nisp
4 M Kepada Desa Sukaresmi Aditya Maulana Dari Waitress Hingga Hotel Manager Anggota Sarbumusi Berhak Terima Dana Pensiun 100 Juta Antara Gaya Hidup & Kesehatan Berburu Berkah Di Bulan Ramadhan bioskop cinemaxx BUDIYANTO Cikarang Ditinggal Mudik CSR Kabupaten Bekasi Dadali Hibur Anak Yatim Cikarang Daeng Muhammad Bangun Masjid Talagamanggung di Pebayuran Demokrasi Mini Ala Warga "Berlian" Faber Castell Memperluas Pabrik di MM2100 GABUNGAN OPERATOR TV KABEL INDONESIA DEKLARASI GERAKAN NASIONAL TAYANG FTA GRATIS Gema Ramadhan dan Idul Fitri LPPM Jababeka Glorious Ramadan at Mal Lippo Cikarang GROUND BREAKING MAYFAIR Estate & Parklands di Jababeka Residence Hipertensi : Masalah Serius Pada Generasi Muda Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang Santuni 100 Anak Yatim Java Palace Hotel KAMPUNG HALAMAN Kapolresta Bekasi Tinjau Kesiapan Personil Amankan Mudik 2015 Kemilau Ramadhan 2015 Jababeka Residence Kodim Kawal Kegiatan Gemar Membaca Komunitas BerbagiNasi Cikarang dan Coca-Cola Amatil Indonesia Gelar Berbagi Ceria di Bulan Ramadhan Komunitas Peduli Cikarang Peduli Yatim Piatu Dan Lingkungan LATIN NIGHT BARBECUE @ GRANDE VALORE HOTEL – JABABEKA LEBARAN MENGINAP GRATIS DI HOTEL SANTIKA CIKARANG Lippo Cikarang Serahkan Bantuan Senilai 4 Papinka Goyang Basecamp NCRadio Pemasangan Kawat Gigi Penampilan Memukau Para Siswa Berkebutuhan Khusus President Special Needs Centre (PSNC) Pencegahan Penyakit Akibat Kerja PROMO “BERKAH RAMADHAN” Hotel Santika Cikarang PSNC Siapkan Pengembangan Anak Berkebutuhan Khusus Usia Dewasa PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) PT Cameron Services International Lulus Sertifikasi OHSAS 18001:2007 & SMK3 PT Trans Jakarta Luncurkan Bus Tingkat Pariwisata Tematik Rira GreenPark Kembangkan Cluster Perkantoran Dan Pergudangan Khusus UKM Samsung Siap Produksi Ponsel dan Tablel Sebanyak 1 Juta/Bulan Sekjen Aspelindo : Pemda Harus Siapkan SDM Lokal Hadapi MEA Soft Opening Batiqa Hotel Suzuki Tambah Investasi Tasyakuran Kelulusan Siswa SDIT An Nur Angkatan Kesembilan Wisuda Ke-10 President University