Published On: Tue, Feb 2nd, 2016

POHON INDUSTRI

banner

Mengapa kita perlu menghormati pohon? Pertama, karena pohon memberikan oksigen untuk bernafas. Kedua, pohon membagi energi dan makanan. Ketiga, yang paling penting: pohon adalah sumber ilmu. Dengan ilmu kita menemukan berbagai cara untuk hidup. Itulah sebabnya, pohon juga dianggap sumber kehidupan.eka budianta

Pada tanggal 1 Februari 2016, di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Presiden di Kota Jababeka, ada orasi Penghormatan kepada pohon. Sejak dini, para siswa perlu belajar dendrologi atau ilmu tentang pohon. Indonesia termasuk sangat beruntung, karena dihuni berbagai jenis pohon. Bermacam-macam pohon baru datang ke negeri ini dan tumbuh dengan subur.

Contohnya, ada pohon kurma di halaman mesjid, supermarket dan mal. Di tempat tertentu ada pohon apel, zaitun atau olive dan ara atau tin. Tempat-tempat yang dulu miskin pohon, berkat munculnya perumahan, muncul pula jenis-jenis pohon baru. Di perumahan Tropikana, Cikarang; ada pohon acerola – semacam ceri dari Amerika Latin, yang juga rajin berbuah.

Konsumsi Pohon

Sudah jelas setiap orang, setiap hari memerlukan pohon. Bukan hanya pohon sebagai pemasok oksigen untuk bernapas, tapi juga kebutuhan sekunder seperti kayu untuk kertas, serta perabot rumah-tangga. Sudah banyak pengakuan orang tak bisa hidup tanpa pohon, apalagi tanaman pada umumnya. Harap maklum, 80 persen kebutuhan pangan kita dicukupi oleh tumbuh-tumbuhan.

Bahkan untuk minuman – pohon juga berperan, mulai menyediakan air sampai memasok nira, tuak, sirup dan madu. Semakin banyak pohon, semakin banyak air tersedia, dan semakin sering hujan turun. Evaporasi atau penguapan dari pohonan ke langit akan turun kembali ke bumi. Jadi, kita patut berterima kasih pada pohon karena menyediakan aiir minum dan. Rumus sederhananya: tujuh pohon dewasa memasok kebutuhan bernafas untuk 12 manusia.

Terakhir, yang pening untuk Cikarang, pohon adalah thermoregulator. Berkat penambahan vegetasi, suhu udara yang semula panas sekali, bisa diturunkan sampai dua bahkan empat derajat di bawah terik matahari. Tetapi sebaliknya, pada saat dingin sekali, pohon justru memberikan kehangatan, keamanan dan kenyamanan. Itu sebabnya kita melihat pohon sebagai habitat. Semua burung, reptil, bahkan binatang menyusui, paling suka berumah di pohon.

Maka tidak berlebihan kalau perlu dihitung berapa pohon sebenarnya dibutuhkan atau dikonsumsi manusia. Sejak mulai bekerja di Cikarang, sepuluh tahun yang lalu (2006) saya paling menaruh perhatian pada jumlah pohon di kawasan ini. Setiap kali ada kesempatan, selalu kita usahakan mendatangkan bibit dan menanami lahan-lahan yang tersedia. Pada suatu saat, bahkan kawasan industri ini ikut menskseskan Program Sejuta Pohon yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kita tahu mungkin itu berlebihan. Tetapi bisa dikoreksi dan dijadikan lebih kongkrit melalui gerakan satu orang satu pohon, atau aksi yang lebih nyata, tidak berlebihan, tapi realistis di lapangan. Hal itu kita saksikan dengan semakin hijaunya kawasan permukiman, kampus, sekolah-sekolah dan munculnya gerakan Cikarang Berkebun, Jababeka Organik, bahkan komunitas zaitun dan tin yang turut unjuk gigi.

Kegemaran warga Cikarang memelihara tanaman eksotis juga mulai kelihatan. Bukan saja nampak pada hobiis bonsai, tapi juga penjualan bibit tanaman hias, termasuk biji bunga matahari.

Ikon Kota Jababeka

Beberapa kali kita mencoba menanam pohon di kawasan yang semestinya mudah diawasi dan dipelihara. Misalnya di bantaran sungai dan di “pulau-pulau” yang tersedia di tengah jalan. Sepuluh tahun yang lalu, kalau kita masuk ke Cikarang melalui Exit K Km 31 – Lemahabang di Toll Cikampek, kita bisa melihat deretan pohon-pohon pulai – Alstonia scholaris yang cukup besar dan banyak – sekitar 8 batang.

Pohon-pohon besar itu sebenarnya bisa menjadi ikon. Sayangnya, tidak sedikit yang terpaksa disingkirkan, karena pengembangan kota. Jalan-jalan perlu diperlebar, banyak pohon harus direlakan. Tentu, selekasnya harus diganti dengan jumlah yang lebih banyak lagi. Itulah kesempatan kita memperbaiki masa depan.

Pada tahun 2008, Menteri Lingkungan Hidup, Ir. Rachmat Witoelar membuka Jababeka Botanic Gardens, dengan taman pohonan eksotis di belakang President Executive Club. Beberapa pohon di antaranya sempat mati karena berbagai sebab. Tetapi yang tumbuh besar dan tinggi ada juga. Di antaranya adalah pohon kepuh – Sterculia foetida yang ditanam bersatu dengan bunga arum dalu di muka Food Promenade.

Bila pohon itu dilindungi dan dijaga sampai besar – ia akan menjadi kebanggaan Kota Jababeka. Kepuh biasa dijadikan pohon keramat, dan dipercaya menjadi pohon energi, karena buahnya mengandung minyak. Karena disatukan dengan pohon bunga. saya menamakan pohon itu “Kinepuh Wangi”. Ia tumbuh perkasa di depan gedung, di taman yang tertutup beton lapangan parkir. Tetapi semakin didesak, ia akan semakin wang – mengharumkan kota baru yang bernama Jababeka ini.

Kebetulan, logo Jababeka Tbk juga berupa daun pohon kelapa sawit. Itulah ikon yang sesungguhnya dari perkotaan baru yang dikembangkan sejak 1989. Dalam keteduhan kelapa sawit sebagai pohon industri, permukiman, pabrik-pabrik, kampus dan fasilitas kehidupan lain terus berkembang. Inilah yang penting bagi saya pada saat genap 10 tahun memperhatikan Cikarang Baru secara intens.***

banner

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

nisp
4 M Kepada Desa Sukaresmi Aditya Maulana Dari Waitress Hingga Hotel Manager Anggota Sarbumusi Berhak Terima Dana Pensiun 100 Juta Antara Gaya Hidup & Kesehatan Berburu Berkah Di Bulan Ramadhan bioskop cinemaxx BUDIYANTO Cikarang Ditinggal Mudik CSR Kabupaten Bekasi Dadali Hibur Anak Yatim Cikarang Daeng Muhammad Bangun Masjid Talagamanggung di Pebayuran Demokrasi Mini Ala Warga "Berlian" Faber Castell Memperluas Pabrik di MM2100 GABUNGAN OPERATOR TV KABEL INDONESIA DEKLARASI GERAKAN NASIONAL TAYANG FTA GRATIS Gema Ramadhan dan Idul Fitri LPPM Jababeka Glorious Ramadan at Mal Lippo Cikarang GROUND BREAKING MAYFAIR Estate & Parklands di Jababeka Residence Hipertensi : Masalah Serius Pada Generasi Muda Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang Santuni 100 Anak Yatim Java Palace Hotel KAMPUNG HALAMAN Kapolresta Bekasi Tinjau Kesiapan Personil Amankan Mudik 2015 Kemilau Ramadhan 2015 Jababeka Residence Kodim Kawal Kegiatan Gemar Membaca Komunitas BerbagiNasi Cikarang dan Coca-Cola Amatil Indonesia Gelar Berbagi Ceria di Bulan Ramadhan Komunitas Peduli Cikarang Peduli Yatim Piatu Dan Lingkungan LATIN NIGHT BARBECUE @ GRANDE VALORE HOTEL – JABABEKA LEBARAN MENGINAP GRATIS DI HOTEL SANTIKA CIKARANG Lippo Cikarang Serahkan Bantuan Senilai 4 Papinka Goyang Basecamp NCRadio Pemasangan Kawat Gigi Penampilan Memukau Para Siswa Berkebutuhan Khusus President Special Needs Centre (PSNC) Pencegahan Penyakit Akibat Kerja PROMO “BERKAH RAMADHAN” Hotel Santika Cikarang PSNC Siapkan Pengembangan Anak Berkebutuhan Khusus Usia Dewasa PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) PT Cameron Services International Lulus Sertifikasi OHSAS 18001:2007 & SMK3 PT Trans Jakarta Luncurkan Bus Tingkat Pariwisata Tematik Rira GreenPark Kembangkan Cluster Perkantoran Dan Pergudangan Khusus UKM Samsung Siap Produksi Ponsel dan Tablel Sebanyak 1 Juta/Bulan Sekjen Aspelindo : Pemda Harus Siapkan SDM Lokal Hadapi MEA Soft Opening Batiqa Hotel Suzuki Tambah Investasi Tasyakuran Kelulusan Siswa SDIT An Nur Angkatan Kesembilan Wisuda Ke-10 President University