Published On: Tue, Aug 2nd, 2016

Sistem Rujukan BPJS Kesehatan Butuh Perbaikan

banner

Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan mendasar yang dibutuhkan manusia. Setiap orang memiliki resiko jatuh sakit dan membutuhkan biaya cukup besar ketika berobat ke rumah sakit. Apalagi, jika sakit yang dideritanya merupakan penyakit yang kronis atau tergolong berat.BPJS Kesehatan

Untuk memberikan keringan biaya, pemerintah mengeluarkan Program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Program JKN mulai diberlakukan oleh Pemerintah pada tanggal 1 Januari 2014 sebagai salah satu upaya untuk mengatasi berbagai masalah terkait pelayanan kesehatan, untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak dan meningkatkan martabatnya menuju terwujudnya masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur. Program ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), kemudian diimplementasikan ke dalam Nomor 24 tahun 2011 tentang Badan Pengelola  Jaminan Sosial (BPJS).

Pelayanan Kesehatan dilaksanakan secara berjenjang dimulai dari pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama meliputi Puskesmas, Klinik Pratama serta Dokter Keluarga. Pelayanan Kesehatan Tingkat Kedua hanya dapat diberikan atas Rujukan dari Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Pelayanan Kesehatan Tingkat Ketiga hanya dapat diberikan atas Rujukan dari Pelayanan Kesehatan Tingkat Kedua atau Tingkat Pertama, kecuali pada Keadaan Gawat Darurat, Kekhususan Permasalahan Kesehatan Pasien, Pertimbangan Geografis, dan Pertimbangan Ketersediaan Fasilitas. Sistem Rujukan sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 001 tahun 2012 tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan (PMK).

Sistem rujukan adalah suatu sistem penyelenggaraan pelayanan kesehatan dimana terdapat pelimpahan tanggung  jawab secara timbal balik terhadap satu kasus penyakit atau masalah kesehatan secara vertikal. Dalam arti, dari unit yang berkemampuan kurang kepada unit yang lebih mampu atau secara horizontal. Sistem rujukan mengatur alur dari mana dan harus ke mana seseorang yang mempunyai masalah kesehatan tertentu untuk memeriksakan masalah kesehatannya. Sistem Rujukan diselenggarakan dengan tujuan memberikan Pelayanan Kesehatan secara bermutu, sehingga tujuan pelayanan tercapai tanpa harus menggunakan biaya yang mahal, tetapi efektif sekaligus efisien.

Banyak masyarakat yang belum tahu teknis mendapatkan pelayanan sesuai dengan aturan main BPJS Kesehatan. Pemahaman masyarakat tentang alur rujukan masih kurang sehingga mereka tidak mendapatkan pelayanan sebagaimana mestinya. Peserta JKN harus mengikuti sistem rujukan yang ada. Sakit apa pun, kecuali dalam keadaan darurat, bencana, harus berobat ke fasilitas kesehatan primer, tidak boleh langsung ke rumah sakit atau dokter spesialis. Jika ini dilanggar peserta harus bayar sendiri. Namun realitas di lapangan sistem rujukan pasien dirasakan masih tidak efektif dan efesien, masih banyak masyarakat belum dapat menjangkau pelayanan kesehatan, akibatnya terjadi penumpukan pasien yang luar biasa di rumah sakit besar tertentu yang sebenarnya bisa diselesaikan di pelayanan kesehatan tingkat pertama atau tingkat ke dua.

Masyarakat menilai sistem rujukan terkesan berbelit-belit/ birokrasinya cukup rumit, hal ini dipicu oleh keengganan masyarakat untuk antre dengan waktu yang sangat lama di layanan primer seperti klinik/ puskesmas. Sehingga pasien langsung merujuk dirinya sendiri untuk mendapatkan kesehatan tingkat kedua atau tingkat ketiga.

Keluhan lain terkait sistem rujukan BPJS yang dirasakan adalah ketidak siapan tenaga kesehatan dan kurangnya fasilitas di layanan kesehatan primer, kasus yang seharusnya di tangani di layanan primer/ sekunder tetapi langsung dirujuk ke rumah sakit tersier. Banyak sarana  prasarana dan persediaan obat yang belum lengkap, sehingga pasien harus beli ke luar dengan biaya sendiri. Tingkat kepercayaan masyarakat pada pelayanan kesehatan tingkat pertama masih kurang, misal puskesmas atau klinik, tidak bisa dipungkiri kepuasan masyarakat terhadap Puskesmas masih sangat rendah. Tidak jarang juga penolakan pasien di rumah sakit dengan alasan ruangan perawatan penuh, seharunya pasien tersebut dapat dirujuk ke rumah sakit lain yang setingkat. Namun ada banyak rumah sakit yang menolak (swasta) atau belum siap untuk bekerjasama dengan BPJS.

Untuk menjamin berjalannya sistem rujukan berjenjang BPJS maka perlu dilakukan perbaikan-perbaikan, antara lain; Peningkatan pemahaman petugas tentang sistem rujukan berjenjang. Perlu dilakukan sosialisasi yang terus menerus baik oleh pemerintah maupun oleh petugas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait sistem rujukan berjenjang. Mempermudah penderita penyakit kronis mengakses pelayanan kesehatan dengan berkurangnya antrian peserta penyakit kronis. Mengisi kebutuhan fasilitas kesehatan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di seluruh wilayah Indonesia, sehingga mampu menangani kasus sesuai tingkat layanannya, salah satunya mengurang kasus rujukan yang tidak perlu.

Rumah sakit harus menjalankan program kendali biaya dan menjaga mutu pelayanan agar sesuai dengan tarif yang dipaketkan dalam INA-CBGs. Membuat clinical pathway terhadap berbagai macam diagnosis penyakit yang tarifnya rendah dalam INA-CBGs. Meningkatkan pemahaman petugas rumah sakit terhadap sistem pelayanan kesehatan pada era JKN termasuk pola pembiayaannya. Perlu memperkuat sistem IT untuk mempermudah rumah sakit untuk memantau ketersediaan obat dan alat medis habis pakai.

Kebijakan sestem rujukan yang ditetapkan harus lebih komprehensif mencakup jejaringan yang melibatkan swasta, dan membuka seluas-luasnya kesempatan bagi klinik yang mau bergabung dengan  BPJS sehingga tidak terjadi antrean di Puskesmas. Perlu dilakukan standarisasi pelayanan kesehatan tingkat pertama, melalui standarisasi mutu maupun akreditasi secara nasional. Tarif paket INA-CBGs segera direvisi sehingga, tarif paket untuk diagnosis penyakit tertentu yang saat ini besarannya masih kecil dapat ditingkatkan, dan rumah sakit swasta tidak enggan bermitra dengan BPJS Kesehatan. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan sistem rujukan secara terus-menerus agar menjamin setiap masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang sesuai dengan haknya.

Peran perawat dalam sistem rujukan berjenjang adalah memahami secara jelas mengenai sistem rujukan karena perawat petugas garda depan yang selalu tempat bertanya pasien atau masyarakat yang membutuhkan. Perawat harus selalu meningkatkan pengetahuan dan kompetensinya, agar dapat memberikan pelayanan keperawatan yang profesional, bermutu dan mengutamakan keselamatan pasien. Penulis : Roskembar Sidauruk, Mahasiswa Program Studi S-2 Manajemen Keperawatan STIK Sint Carolus.

banner

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

nisp
4 M Kepada Desa Sukaresmi Aditya Maulana Dari Waitress Hingga Hotel Manager Anggota Sarbumusi Berhak Terima Dana Pensiun 100 Juta Antara Gaya Hidup & Kesehatan Berburu Berkah Di Bulan Ramadhan bioskop cinemaxx BUDIYANTO Cikarang Ditinggal Mudik CSR Kabupaten Bekasi Dadali Hibur Anak Yatim Cikarang Daeng Muhammad Bangun Masjid Talagamanggung di Pebayuran Demokrasi Mini Ala Warga "Berlian" Faber Castell Memperluas Pabrik di MM2100 GABUNGAN OPERATOR TV KABEL INDONESIA DEKLARASI GERAKAN NASIONAL TAYANG FTA GRATIS Gema Ramadhan dan Idul Fitri LPPM Jababeka Glorious Ramadan at Mal Lippo Cikarang GROUND BREAKING MAYFAIR Estate & Parklands di Jababeka Residence Hipertensi : Masalah Serius Pada Generasi Muda Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang Santuni 100 Anak Yatim Java Palace Hotel KAMPUNG HALAMAN Kapolresta Bekasi Tinjau Kesiapan Personil Amankan Mudik 2015 Kemilau Ramadhan 2015 Jababeka Residence Kodim Kawal Kegiatan Gemar Membaca Komunitas BerbagiNasi Cikarang dan Coca-Cola Amatil Indonesia Gelar Berbagi Ceria di Bulan Ramadhan Komunitas Peduli Cikarang Peduli Yatim Piatu Dan Lingkungan LATIN NIGHT BARBECUE @ GRANDE VALORE HOTEL – JABABEKA LEBARAN MENGINAP GRATIS DI HOTEL SANTIKA CIKARANG Lippo Cikarang Serahkan Bantuan Senilai 4 Papinka Goyang Basecamp NCRadio Pemasangan Kawat Gigi Penampilan Memukau Para Siswa Berkebutuhan Khusus President Special Needs Centre (PSNC) Pencegahan Penyakit Akibat Kerja PROMO “BERKAH RAMADHAN” Hotel Santika Cikarang PSNC Siapkan Pengembangan Anak Berkebutuhan Khusus Usia Dewasa PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) PT Cameron Services International Lulus Sertifikasi OHSAS 18001:2007 & SMK3 PT Trans Jakarta Luncurkan Bus Tingkat Pariwisata Tematik Rira GreenPark Kembangkan Cluster Perkantoran Dan Pergudangan Khusus UKM Samsung Siap Produksi Ponsel dan Tablel Sebanyak 1 Juta/Bulan Sekjen Aspelindo : Pemda Harus Siapkan SDM Lokal Hadapi MEA Soft Opening Batiqa Hotel Suzuki Tambah Investasi Tasyakuran Kelulusan Siswa SDIT An Nur Angkatan Kesembilan Wisuda Ke-10 President University