Published On: Mon, Mar 19th, 2018

TUJUAN PEMBELAJARAN : ANTARA ADA DAN TIADA

banner

TUJUAN PEMBELAJARAN : ANTARA ADA DAN TIADA

Oleh : Rani  (Guru SMPN 7 Tambun Selatan anggota KGPBR)

Kurikulum 2013 adalah produk dari orang-orang yang sangat terpercaya di bidang pendidikan. Mereka adalah orang-orang yang sangat berkualitas dan  dibebani tanggung jawab untuk menyusun kurikulum yang pada akhirnya dapat menciptakan generasi emas.

Perjalanan menuju kesempurnaan kurikulum memang cukup panjang. Terutama bagi para ujung tombak pendidikan, yaitu guru. Guru adalah orang yang harus menerima  perubahan pada setiap kali terjadi revisi kurikulum. Mereka harus menyikapinya secara bijaksana dan dengan penuh semangat. Tanpa kebijaksanaan dan semangat, sangat sulit untuk mengaplikasikan sesuatu yang kadang kala bertentangan dengan pemikiran dan hati nurani.

Salah satu contohnya adalah komponen tujuan pembelajaran pada format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Tujuan pembelajaran adalah komponen yang cukup penting dalam proses pembelajaran. Bagaimana kita bisa tahu arah pembelajaran kita kalau kita tidak mempunyai dan mengetahui tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Tetapi tujuan pembelajaran ini sepertinya timbul tenggelam dalam kurikulum 2013.

Tujuan pembelajaran nampak tertera pada format RPP di Permendikbud no. 81A tahun 2013. Sejak digulirkannya permendikbud tersebut, tujuan pembelajaran merupakan salah satu komponen  yang dalam RPP. Dengan demikian, tujuan pembelajaran adalah salah satu komponen yang harus ditulis oleh setiap guru dalam setiap RPP yang mereka susun.

Selama hampir satu tahun permendikbud ini digunakan. Selama itu pula tujuan pembelajaran harus di tuliskan. Tetapi segera setelah peresmian permendikbud no. 103 tahun 2014, ada beberapa hal yang berubah. Salah satunya adalah tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran tidak lagi tercantum dalam format RPP. Hal ini berarti bahwa guru tidak dibenarkan untuk mencantumkan tujuan pembelajaran dalam RPP mereka.

Perbedaan ini sontak membuat guru berusaha mengikuti setiap perubahahan yang terjadi dengan kurikulum 2013 baik secara ikhlas maupun terpaksa. Karena mau atau tidak mau mereka harus merevisi RPP yang mereka miliki. Walaupun sebenarnya revisi dari sebuah RPP adalah sangat lumrah, mengingat dalam proses pembelajaran ada beberapa hal yang tertera di RPP tapi pada kenyataannnya tidak dapat dilaksanakan. Misalnya, kekurangan waktu untuk satu buah aktivitas yang direncanakan dapat kita tulis di RPP dalam tulisan tangan dan kelak bisa kita tik dengan rapih.

Ketika  tujuan pembelajaran dihilangkan, ada yang menyampaikan bahwa hal ini terjadi karena keberadaannya sudah terwakili dengan adanya indikator pencapaian kompetensi. Indikator dianggap dapat menggantikan posisi dari tujuan pembelajaran.  Jika mereka berdua bersanding maka dianggap sebagai sebuah posisi ganda, sehingga salah satunya harus dihilangkan. Pada akhirnya tujuan pembelajaran lah yang dihilangkan.

Beberapa waktu kemudian, tepatnya pada bulan Juni tahun 2016, Kurikulum 2013 kembali direvisi. Revisi kali ini cukup membuat beberapa guru menjadi bertanya-tanya. Ada apakah sebenarnya ditingkat penyusun kurikulum ini. Salah satu kejanggalan yang menimbulkan pertanyaan besar adalah dengan dimunculkannya kembali komponen tujuan pembelajaran pada format RPP. Hal ini tercantum dalam lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 22 tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah tepatnya pada halaman 6.

Tujuan pembelajaran yang selama beberapa waktu telah hilang, kemudian muncul kembali. Kenapa sesuatu yang sudah ada kemudian direvisi dan dihilangkan dan kemudian direvisi kembali dan menjadi muncul lagi. Mungkin ditataran penyampaian tingkat atas ada beberapa penjelasan yang logis berkaitan dengan kehilangan dan kemunculan tujuan pembelajaran ini. Tetapi di level bawah yaitu dilevel guru sendiri masih terdapat beberapa informasi yang belum tersampaikan secara jelas.

Informasi yang belum tersampaikan dengan jelas ini akhirnya menimbulkan tanda tanya besar untuk beberapa guru dan menimbulkan kebingungan. Guru harus menerima kehilangan tujuan pembelajaran dengan ikhlas dan menerima kembalinya tujuan pembelajaran dengan sabar.  Bagaimana perasaan seorang guru yang terombang ambing oleh keberadaan tujuan pembelajaran tersebut.

Uraian diatas hanya sebatas revisi komponen tujuan pembelajaran. Dapat kita renungkan berapa banyak revisi lain. Berapa banyak kebingungan yang terjadi dari produk revisi kurikulum 2013.

banner

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

nisp
4 M Kepada Desa Sukaresmi Aditya Maulana Dari Waitress Hingga Hotel Manager Anggota Sarbumusi Berhak Terima Dana Pensiun 100 Juta Antara Gaya Hidup & Kesehatan Berburu Berkah Di Bulan Ramadhan bioskop cinemaxx BUDIYANTO Cikarang Ditinggal Mudik CSR Kabupaten Bekasi Dadali Hibur Anak Yatim Cikarang Daeng Muhammad Bangun Masjid Talagamanggung di Pebayuran Demokrasi Mini Ala Warga "Berlian" Faber Castell Memperluas Pabrik di MM2100 GABUNGAN OPERATOR TV KABEL INDONESIA DEKLARASI GERAKAN NASIONAL TAYANG FTA GRATIS Gema Ramadhan dan Idul Fitri LPPM Jababeka Glorious Ramadan at Mal Lippo Cikarang GROUND BREAKING MAYFAIR Estate & Parklands di Jababeka Residence Hipertensi : Masalah Serius Pada Generasi Muda Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang Santuni 100 Anak Yatim Java Palace Hotel KAMPUNG HALAMAN Kapolresta Bekasi Tinjau Kesiapan Personil Amankan Mudik 2015 Kemilau Ramadhan 2015 Jababeka Residence Kodim Kawal Kegiatan Gemar Membaca Komunitas BerbagiNasi Cikarang dan Coca-Cola Amatil Indonesia Gelar Berbagi Ceria di Bulan Ramadhan Komunitas Peduli Cikarang Peduli Yatim Piatu Dan Lingkungan LATIN NIGHT BARBECUE @ GRANDE VALORE HOTEL – JABABEKA LEBARAN MENGINAP GRATIS DI HOTEL SANTIKA CIKARANG Lippo Cikarang Serahkan Bantuan Senilai 4 Papinka Goyang Basecamp NCRadio Pemasangan Kawat Gigi Penampilan Memukau Para Siswa Berkebutuhan Khusus President Special Needs Centre (PSNC) Pencegahan Penyakit Akibat Kerja PROMO “BERKAH RAMADHAN” Hotel Santika Cikarang PSNC Siapkan Pengembangan Anak Berkebutuhan Khusus Usia Dewasa PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) PT Cameron Services International Lulus Sertifikasi OHSAS 18001:2007 & SMK3 PT Trans Jakarta Luncurkan Bus Tingkat Pariwisata Tematik Rira GreenPark Kembangkan Cluster Perkantoran Dan Pergudangan Khusus UKM Samsung Siap Produksi Ponsel dan Tablel Sebanyak 1 Juta/Bulan Sekjen Aspelindo : Pemda Harus Siapkan SDM Lokal Hadapi MEA Soft Opening Batiqa Hotel Suzuki Tambah Investasi Tasyakuran Kelulusan Siswa SDIT An Nur Angkatan Kesembilan Wisuda Ke-10 President University