Published On: Fri, Apr 1st, 2016

Wi-Fi: ‘Perekat’ Internet of Things (IoT)

banner

Istilah “Industri 4.0″, yang juga dikenal sebagai “revolusi industri keempat”, diciptakan oleh  seorang warga Jerman pada tahun 2011 untuk mempromosikan komputerisasi pabrikan mesin. Setelah hampir empat tahun, Industri 4.0 telah keluar dari ranah imajiner jadi kenyataan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Didorong oleh “Internet of Things” (IOT), realisasi Industri 4.0 secara total membutuhkan koneksi standar di mana saja untuk mengirimkan data antar mesin, dari mesin ke orang, dan sebaliknya. Ryan Goh, Vice President dan General Manager Zebra Technologies Asia-Pacific, menelusuri bagaimana Wi-Fi bertindak sebagai perekat yang menghubungkan semua “hal-hal tersebut.”Zebra Corporate Shoot - Ryan Goh

Kebutuhan akan teknologi standar dan skalabilitas

Inti dari IoT adalah jutaan perangkat yang mengirimkan data ke sistem terpusat.  Informasi tersebut dapat bervariasi mulai dari informasi kelembapan dan suhu, hingga lokasi seseorang atau perpindahan barang.  Informasi yang ditangkap kemudian ditransfer ke cloud atau ke perangkat yang lain (‘hal-hal atau things’) untuk ditukar atau dianalisa.

Konektivitas berperan penting dalam kesuksesan untuk menghubungkan beberapa perangkat, dan kini ada banyak pilihan: Wi-Fi, Bluetooth Low Energy (BLE), RFID, NFC, hanyalah beberapa diantaranya. Menentukan solusi mana yang akan diadopsi tergantung pada beberapa faktor, termasuk lingkungan (keberadaan beton, kayu, logam), kepadatan sensor, rentang koneksi yang diinginkan, dan kecepatan.

Diantara semua, Wi-Fi telah menunjukkan mempunyai peran yang paling penting dalam menyediakan koneksi untuk IoT- bertindak sebagai perekat yang menghubungkan berbagai perangkat.

Dengan ledakan jumlah nodus – yang mungkin tak terbatas – yang harus dihubungkan, jangkauan dan kapasitas perangkat yang menghubungkan akan meningkat dengan tajam. Dan standard 802.11ac mampu mengatasi permintaan ini.

Kebutuhan akan kecepatan

Perlu waktu 6 tahun bagi industri untuk berpindah dari standar sebelumnya 802.11n ke standar jaringan sekarang 802.11ac. Ini sepertinya waktu yang sangat lama dalam teknlogi, tapi penantiannya tidak sia-sia. Keuntungan terbesar dari standar 802.11ac adalah kecepatannya yang belum pernah ada sebelumnya, di frekuensi (bands) 5 GHz – “kecepatannya lebih dari 10 kali dari standar kecepatan sebelumnya,  yang meningkatkan pengalaman pengguna wireless local area network (WLAN) beberapa kali lipat. Pada frekuensi 2.4 dan 5 GHz, 802.11ac mampu mendukung hingga 100 pengguna di masing-masing frekuensi.

Pada saat yang sama, jaringan harus 1) skalabel untuk mengatasi peningkatan permintaan; 2) serba guna untuk menghubungkan perangkat dan sistem operasi yang berbeda; dan 3) sangat aman untuk melindungi data perusahaan. Sistem wireless Anda harus bisa mengatasi meningkatnya permintaan akan kecepatan dan kapasitas.  Dan  harus memberikan kinerja yang sama – dalam hal kehandalan dan keamanan – sebagai jaringan kabel.

Standar 802.11ac memungkinkan penggunaan spectrum lebih effisien, kapasitas tinggi, dan latensi rendah. Standar ini sangat baik untuk perangkat dengan antena yang terbatas, seperti smartphone and tablet. Diperkirakan bahwa sebelum tahun 2018, titik akses 802.11ac akan menggantikan semua sistem lama 802.11n.

Kebutuhan akan keamanan dan privasi

Menurut Juniper Research, IoT diperkirakan akan mencapai sekitar 38 miliar “semua yang terhubungkan (otonom)” sebelum tahun 2020. Tapi, jumlah koneksi antar perangkat artinya hampir tidak mungkin bagi administrator sistem untuk mengawasi setiap komunikasi yang terjadi- meningkatkan kerentanan terhadap serangan yang berbahaya.

Dalam banyak industri yang sudah mulai memanfaatkan IoT, informasi  dikirimkan tanpa intervensi yang disengaja. Misalnya, di bidang manufaktur, data operator forklift dapat ditransfer ke server tanpa mengharuskan pengemudi untuk mengunduh data setiap setelah pengiriman. Hal ini akan menunjukkan bahwa endpoint dan jaringan keduanya cukup dilindungi dan dijamin.

Untuk melindungi data, properti dan privasi organisasi, karyawan dan tamu, Wireless Intrusion Protection Systems (WIPS), seperti AirDefense Zebra berperan penting dalam mendeteksi dan mempertahankan jaringan dari gangguan, dan dengan cepat menghilangkan perangkat nakal pada jaringan. Manajer TI harus memperhatikan kecepatan dan jumlah ancaman (atau kejadian) yang mampu diatasi oleh solusi yang mereka pilih dalam mengatasi kasus pelanggaran keamanan.

Masa Depan Jaringan Wireless dan IoT

Survei terbaru yang dilakukan oleh Zebra Technologies bersama dengan Forrester- hasil gabungan dari sektor ritel, perhotelan, dan transportasi dan logistik (T&L) di Amerika Serikat dan Eropa menunjukkan lebih dari 60% dari mereka sedang dalam proses memperluas atau merencanakan untuk menerapkan teknologi untuk memasuki IoT; diantaranya, lebih dari 50% me-refresh infrastruktur wireless mereka untuk persiapan perangkat dan layanan baru mereka. Dan perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik dipastikan akan mengikuti jalan ini.

Melihat permintaan yang meningkat untuk IOT, serta fitur dan kemampuan Wi-Fi, jelaslah bahwa Wireless merupakan lem yang merekatkan semuanya. Industri ini akan terus melihat perkembangan berbahaya dari aplikasi IoT di beberapa industri, dan peran Wi-Fi akan semakin besar untuk dunia yang terhubungkan dan menjadi semakin penting pada tahun-tahun mendatang.

Untuk informasi lebih lanjut tentang solusi nirkabel Zebra, kunjungi:

https://www.zebra.com/gb/en/products/networks/wireless-lan.html

banner

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

nisp
4 M Kepada Desa Sukaresmi Aditya Maulana Dari Waitress Hingga Hotel Manager Anggota Sarbumusi Berhak Terima Dana Pensiun 100 Juta Antara Gaya Hidup & Kesehatan Berburu Berkah Di Bulan Ramadhan bioskop cinemaxx BUDIYANTO Cikarang Ditinggal Mudik CSR Kabupaten Bekasi Dadali Hibur Anak Yatim Cikarang Daeng Muhammad Bangun Masjid Talagamanggung di Pebayuran Demokrasi Mini Ala Warga "Berlian" Faber Castell Memperluas Pabrik di MM2100 GABUNGAN OPERATOR TV KABEL INDONESIA DEKLARASI GERAKAN NASIONAL TAYANG FTA GRATIS Gema Ramadhan dan Idul Fitri LPPM Jababeka Glorious Ramadan at Mal Lippo Cikarang GROUND BREAKING MAYFAIR Estate & Parklands di Jababeka Residence Hipertensi : Masalah Serius Pada Generasi Muda Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang Santuni 100 Anak Yatim Java Palace Hotel KAMPUNG HALAMAN Kapolresta Bekasi Tinjau Kesiapan Personil Amankan Mudik 2015 Kemilau Ramadhan 2015 Jababeka Residence Kodim Kawal Kegiatan Gemar Membaca Komunitas BerbagiNasi Cikarang dan Coca-Cola Amatil Indonesia Gelar Berbagi Ceria di Bulan Ramadhan Komunitas Peduli Cikarang Peduli Yatim Piatu Dan Lingkungan LATIN NIGHT BARBECUE @ GRANDE VALORE HOTEL – JABABEKA LEBARAN MENGINAP GRATIS DI HOTEL SANTIKA CIKARANG Lippo Cikarang Serahkan Bantuan Senilai 4 Papinka Goyang Basecamp NCRadio Pemasangan Kawat Gigi Penampilan Memukau Para Siswa Berkebutuhan Khusus President Special Needs Centre (PSNC) Pencegahan Penyakit Akibat Kerja PROMO “BERKAH RAMADHAN” Hotel Santika Cikarang PSNC Siapkan Pengembangan Anak Berkebutuhan Khusus Usia Dewasa PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) PT Cameron Services International Lulus Sertifikasi OHSAS 18001:2007 & SMK3 PT Trans Jakarta Luncurkan Bus Tingkat Pariwisata Tematik Rira GreenPark Kembangkan Cluster Perkantoran Dan Pergudangan Khusus UKM Samsung Siap Produksi Ponsel dan Tablel Sebanyak 1 Juta/Bulan Sekjen Aspelindo : Pemda Harus Siapkan SDM Lokal Hadapi MEA Soft Opening Batiqa Hotel Suzuki Tambah Investasi Tasyakuran Kelulusan Siswa SDIT An Nur Angkatan Kesembilan Wisuda Ke-10 President University